Debu

Kita terombang-ambing dalam waktu,

bagai debu-debu yang berterbangan ditengah sorotan mentari senja di balik jendela.

Hidup terasa semakin tergesa.

Kemarin dua puluh lima, hari ini tiga puluh, esok mungkin tiga puluh lima.

Besertanya ada goresan-goresan luka, duka, dan air mata. Juga canda, tawa, dan suka cita.

Aku harap bilangan-bilangan itu menjadikan kita bertambah dewasa, Aku harap angka-angka itu membuat kita semakin bijaksana.

Aku harap kita terus saling percaya dan saling menjaga.

Tak apa walau bagai debu-debu yang berterbangan, selama kita terombang-ambing bersama.

Hingga sorot mentari senja tak lagi tampak di balik jendela.

Bandar Lampung, 14 Oktober 2020

Untuk Noury, selamat datang di usia tiga puluh.

– suamimu yang kurang romantis

Sumber foto sampul: Photo by Steve Halama on Unsplash

#12 – 10102020

Sepuluh tahun yang lalu saya menginjak usia dua puluh tahun. Usia masa transisi dari ABG ke akang-akang. Waktu itu saya menyangka bahwa dengan berubahnya angka depan usia saya dari “1” menjadi “2” (kita sebut saja versi), saya akan tiba-tiba mendapat hidayah dari langit, lalu berubah menjadi orang yang kalem, dewasa, dan bijaksana.

Continue reading “#12 – 10102020”

#11 – Taman Bacaan Kirana: Sebuah Retrospeksi Safe Place

This is the place

Sit down, you’re safe now

Lift – Radiohead

Pertama kali mendengar Thom Yorke menyanyikan dua bait awal lagu Lift, saya langsung jatuh cinta.

Ada makna mendalam dibalik dua bait lirik itu. Semacam mantra penenang bagi mereka yang menderita anxiety, stres dan depresi. Walaupun lirik dalam lagu itu ditujukan untuk sang vokalis, tapi tidak bisa disangkal bahwa saya sebagai pendengar juga ikut merasa sedang berada di dalam sebuah safe place.

Continue reading “#11 – Taman Bacaan Kirana: Sebuah Retrospeksi Safe Place”

#10 – Open In Case of Emergency

Februari lalu ketika Ashraf Sinclair (suami Bunga Citra Lestari) meninggal, lingkungan pertemanan saya seperti kena setrum. Ada kesadaran kolektif yang muncul serentak. Bukan karena kami penikmat gosip, tapi kami menyadari dia masih muda, juga terkenal berbadan fit dan rajin berolahraga.

Selama beberapa hari setelahnya sering muncul diskusi seputar kesehatan di grup-grup WhatsApp. Diselingi dengan chat dari agen-agen asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang mengambil momentum untuk menawarkan produk mereka.

Diskusi serupa juga saya dan Noury lakukan.

Continue reading “#10 – Open In Case of Emergency”

Rumah Pesirkus

“Yakin rumahnya yang ini?” tanya Sisca. Danu mengangguk singkat, sambil memarkirkan mobilnya di halaman depan. Setelah mematikan mesin dia keluar dari dalam mobil, lalu melihat ke sekeliling. Rumah itu tampak berantakan. Ilalang tumbuh subur di setiap sudut taman. Debu dan sampah menumpuk di sana sini.

“Seingatku dulu rumahnya tak sebobrok ini,” gumam Danu. Dia merasa udara di sekitarnya berat karena bau apek yang menyeruak dari dalam rumah. “Kamu nyium bau apek, ga?”

“Kayaknya dari dalam rumah. Kapan terakhir kali rumah ini ditempati?” jawab Sisca sambil menutup hidung.

“Paman meninggal lima tahun yang lalu. Sejak itu rumah ini nggak pernah ditempati lagi.”

Continue reading “Rumah Pesirkus”

#9 – Rintik Kibor di Malam Hari

Dahulu kala, seorang Sufi pernah diminta oleh Sultan Persia untuk membuat sebuah kutipan bijak yang bisa mencakup seluruh aspek dari kehidupan. Sebuah Maha-kutipan yang bisa dan cocok untuk digunakan dalam setiap situasi.

Sufi itu berpikir cukup lama, kemudian berkata; “īn nīz bogzarad.”

Kutipan itu kemudian pada abad ke 19 dibawa ke dunia modern oleh pujangga Edward FitzGerald, (juga Abraham Lincoln) dan hingga saat ini populer. Kutipan itu adalah; “and this too, shall pass away”, atau versi singkatnya, “This too shall pass.”

Continue reading “#9 – Rintik Kibor di Malam Hari”

Perut yang Berbisik

Suatu malam, seorang wanita mendatangi klinik dokter Gerry. Wanita itu mengeluhkan bahwa perutnya belakangan ini sering berbisik dan menyuruhnya untuk makan berbagai benda.

Wanita itu mengenakan daster abu-abu bergaris. Menurutku dia cukup cantik. Usianya sekitar dua puluh lima tahun. Kulitnya putih, tapi cenderung pucat.

Continue reading “Perut yang Berbisik”

Bersih-bersih

Aku tak pernah membiarkan pacarku membersihkan rumah. Aku takut.

Jika dia dibiarkan bersih-bersih, dia selalu berteriak dan memaki, mengeluhkan bagaimana bisa rumah kami sebegitu kotor dan menjijikannya. Padahal dia sendiri yang selalu membuat rumah kami berantakan.

Dia juga suka melotot dan memukulku kalau aku kedapatan membuang abu atau puntung rokok sembarangan.

Seperti saat ini, aku sangat ketakutan.

Pacarku berdiri di sampingku, kepalanya agak tertunduk, matanya membelalak memelototiku yang sedang mengepel lantai.

“Maaf, maaf, aku akan segera membersihkannya, sayang. Kamu jangan marah.” Gumamku berkali-kali sambil menyeka cairan kental di lantai keramik dengan lap pel.

Tapi genangan darah di lantai yang muncrat keluar dari leher pacarku tak juga bisa dibersihkan.

Lampung, 16 Agustus 2020

Foto Sampul: pan xiaozhen on Unsplash

#8 – Ambivalensi Pandemi

Bagi kehidupan saya pribadi, pandemi ini membuat perasaan dan pengalaman yang campur aduk.

Ada perasaan khawatir karena penularan virus yang bisa datang dari mana saja dan siapa saja di sekitar saya. Tapi ada juga perasaan lega karena sejauh ini di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja tidak ada kasus positif yang terkonfirmasi.

Continue reading “#8 – Ambivalensi Pandemi”

#7 – Mengelola Keuangan Keluarga

Belakangan ini sedang gaduh sekali soal Fincancial Advisor (FA) Jouska yang menyalahgunakan kepercayaan klien mereka, dengan menjerumuskan klien-klien itu ke dalam investasi saham gorengan, padahal dia tidak memiliki izin sebagai manajer investasi dari OJK.

Continue reading “#7 – Mengelola Keuangan Keluarga”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi