Barangkali kita lupa, bahwasanya hidup itu tak melulu soal melangkah maju.

Hidup tak selalu soal kapan kita melangkah pergi ketika hujan telah berhenti.

Barangkali kita juga lupa bahwa menanti adalah menikmati, menatapi rintik hujan juga berarti memaknai hidup.

Jika kebetulan sedang melihat tanggalan di kalender, yang pertama kali terbersit adalah, betapa cepat hari berganti dan bulan berlari.

Belakangan saya sering merasa dunia seakan hanya terdiri dari target, hanya sekadar another check in the list.

Waktu bergerak dari deadline ke deadline, meeting ke meeting, hari gajian ke hari gajian.

Kemarin saya melihat-lihat postingan lama di blog ini. Mengenang kisah-kisah konyol serta orang-orang yang dulu rajin mampir ke tempat ini.

Melihat postingan-postingan itu membuat saya menyadari; selain mendapatkan banyak hal, ternyata tahun-tahun belakangan ini saya juga telah kehilangan banyak hal.

Saya rasanya tidak pernah lagi menulis setulus masa-masa itu. Tidak pernah lagi bisa lepas mencurahkan apa yang ada di dalam kepala dan perasaan.

Karena selalu terpaku untuk maju, untuk selesai, untuk perform, saya mungkin lupa jika menulis itu adalah proses yang menyenangkan.

Bahwasanya nilai sebuah tulisan itu bukan dari seberapa banyak pembacanya, atau seberapa viral hasilnya, tapi seberapa besar saya menikmati proses penulisannya.

Menulis adalah berhenti dan mengamati. Sebuah tulisan hanya akan bernas jika kita memberi titik, koma dan spasi.

Begitupula hidup.

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
dediamdkl11

Ada file source nggak,? Ingin sekali dibacaDikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x