Februari lalu ketika Ashraf Sinclair (suami Bunga Citra Lestari) meninggal, lingkungan pertemanan saya seperti kena setrum. Ada kesadaran kolektif yang muncul serentak. Bukan karena kami penikmat gosip, tapi kami menyadari dia masih muda, juga terkenal berbadan fit dan rajin berolahraga.

Selama beberapa hari setelahnya sering muncul diskusi seputar kesehatan di grup-grup WhatsApp. Diselingi dengan chat dari agen-agen asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang mengambil momentum untuk menawarkan produk mereka.

Diskusi serupa juga saya dan Noury lakukan.

Jika orang seperti dia saja masih bisa meninggal karena serangan jantung, bagaimana dengan kami-kami ini yang tiap hari hanya duduk di depan komputer dan rebahan di kasur?

Bagi kami, kejadian itu memicu munculnya sebuah pertanyaan penting; Apa yang harus dia lakukan ketika saya meninggal?

Jawaban yang dia minta bukan lagi di tatanan konseptual seperti: live must go on, keep strong, cherish your life, dan sebagainya. Juga bukan soal perencanaan finansial, melainkan hal-hal teknis.

Sebuah step-by-step manual yang mungkin akan sangat berguna jika kita limbung dan tidak bisa berpikir jernih karena pasangan kita meninggal tiba-tiba.

Sebenarnya ini adalah hal yang sangat sedih dan berat untuk dibicarakan. Tapi karena suatu hari bakal terjadi, kami merasa sangat penting untuk dibahas dan dipersiapkan sejak dini. Ditambah lagi semenjak bulan Maret seluruh dunia terserang pandemi virus yang bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.

Jadi selama beberapa waktu saya menyusun sebuah dokumen. Sedikit demi sedikit, dan serinci mungkin. Sejauh ini, isi dari dokumen itu adalah:

  1. siapa yang harus dihubungi untuk mengurus pemakaman;
  2. siapa yang harus dihubungi untuk memberitakan tentang kematian;
  3. bagaimana cara membuat surat kematian;
  4. bagaimana cara membuat surat penetapan status kematian (karena saya ASN);
  5. bagaimana cara mengurus pensiun janda;
  6. apa yang harus dilakukan dengan rekening-rekening bank dan investasi yang masih aktif;
  7. apa yang harus dilakukan dengan akun gmail;
  8. apa yang harus dilakukan dengan akun media sosial dan blog;
  9. scan dokumen-dokumen yang sekiranya akan diperlukan untuk pengurusan hal-hal di atas.

Rencananya dokumen ini akan terus diupdate, karena di dalamnya saya mengutip beberapa peraturan yang menjadi dasar dokumen-dokumen yang harus disiapkan dan tata cara yang harus dilakukan. Dan besar juga kemungkinan ada hal-hal yang terlewat.

By failing to prepare, you are preparing to fail

– Benjamin Franklin

Kira-kira seperti itu.

Bandar Lampung, 18 September 2020

Gambar Sampul: Photo by DDP on Unsplash

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x