Tahun 2010an, jika kita googling dengan kata kunci “komunitas menulis” atau “komutas penulis” ada kemungkinan kita akan menemukan forum sindikat penulis di laman pertama.

Forum Sindikat Penulis dibuat pada tahun 2009 untuk kemudian ditinggalkan begitu saja oleh si empunya. Orang itu tidak menyadari bahwa dengan senyap dan perlahan forum itu menjadi semakin ramai. Saya sendiri bergabung dengan forum itu pada tahun 2011.

avatar si pencipta forum: konon dia bisa tidur di mana saja, bahkan saat mengendari motor

Di sana saya kebetulan berkenalan dengan si pembuat forum yang ternyata tiba-tiba muncul kembali. Dia menyebut dirinya sebagai tukangtidur. Di luar sana, dia lebih dikenal sebagai Noor H. Dee, seorang cerpenis sureal dan salah satu editor buku anak tersohor di Indonesia.

Tak pernah saya sangka perkenalan di forum itu adalah sebuah awal dari persahabatan dua pria dengan beda usia cukup jauh, yang saat ini telah berlangsung hampir satu dekade lamanya.

Kembali ke perihal forum Sindikat Penulis. Karena dibuat di server dan hosting gratisan (forumotion), Sindikat Penulis punya banyak keterbatasan. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan feedback atas karya kita dengan maksimal.

Sudah menjadi hal yang lumrah terjadi dalam setiap topik/karya yang diposting, akan ada komentar dan saling balasan-balasannya yang mengarah ke kanan_kiri-atas-bawah-depan-belakang, hingga berhalaman-halaman. Singkatnya, banyak sekali yang “nyampah”.

Dokumentasi karya tidak rapi. Karena bentuk forum yang terus menaikan topik-topik yang terbaru diberi komentar, sementara topik-topik lain bisa jadi tenggelam tanpa pernah dilihat.

Tapi kedua hal di atas tidak selamanya jelek. Dalam hal membangun komunikasi dan kedekatan antar anggota, bentuk forum seperti itu sangatlah membantu. Kita jadi lebih cepat saling mengenal dan memahami satu sama lain.

Karena merasa nyaman dengan para penghuninya, saya jadi memiliki ide untuk membuat sebuah wadah baru yang lebih baik. Agar semua penghuni dan komunitas sindikat penulis bisa mengorganisir karya-karya mereka, tanpa menghilangkan unsur interaksi antar anggota komunitas. Kala itu Dreame belum ada. Wattpadpun masih asing di telinga orang-orang Indonesia. Ide-ide dan konsep platform mulai bermunculan di kepala, kemudian saya dokumentasikan semuanya ke dalam buku catatan.

Konsepnya berkembang menjadi sebuah platform yang berguna sebagai jembatan antara komunitas penulis, para pembaca, dan perusahaan penerbit. Sebuah tempat inkubasi di mana karya diuji coba di pasar terbatas dan diberikan feedback, sebelum akhirnya bisa diambil dan diterbitkan oleh penerbit. (Saat ini mungkin konsep serupa sudah ada di platform sejenis).

Puas membuat konsep, saya merasa butuh pandangan dari pihak lain. Saat itu kebetulan Bang Hadi ada agenda menjadi moderator acara talkshow di bazaar buku Braga City Walk. Saya kemudian mengajak Prima untuk ikut pergi ke sana.

Saya tiba di Braga beberapa menit sebelum talkshow berakhir, jadi saya sempat melihat aksi Bang Hadi ketika menjadi moderator. Setelah talkshow selesai kami segera menyingkir dari keramaian dan duduk-duduk di trotoar depan Braga, berhubung dia gatal ingin merokok.

Tanpa banyak basa-basi saya mulai menceritakan konsep platform itu, sembari divisualisasikan dengan corat-coret yang saya buat di buku catatan. Bang Hadi terlihat tertarik dan memberikan cukup banyak masukan. Setelah disukusi cukup panjang, kami menyadari ada masalah yang besar dalam rencana ini.

Pertama, kami tidak mengerti bagaimana cara membuat platform ini. Kedua, kami bokek.

Setelah pertemuan itu saya kembali putar otak. Saya harus mencari orang-orang yang kompeten di bidang informatika dan desain untuk bergabung. Untungnya saya langsung teringat dua teman SMA saya.

Fahmi, yang sedang getol-getolnya kuliah sambil menimba ilmu sebagai digital illustrator. dan Abi, mahasiswa informatika yang sedang dikejar-kejar oleh Prodi kampus karena belum menyerahkan revisi skripsinya.

Fahmi dan Abi tertarik untuk bergabung. Kami segera membuat rancangan desain dan requirement yang lebih matang. Pertemuan kami bertiga dengan Bang Hadi kemudian direncanakan, dan ditetapkan untuk dilaksanakan di Bogor, tepatnya di pelataran kampus IPB.

Pagi-pagi buta saya dan Fahmi sudah naik bus yang menuju ke bogor. Di pertemuan itu Abi mengajak seorang teman kampusnya untuk bergabung dan menjadi produser, dia bernama Nurul Fikri, panggilan mesranya adalah NF.

Dua sampai tiga kali kami berkumpul di Bogor, kemudian bergantian di Bandung, Depok, Jakarta. Pokoknya dimanapun ada kesempatan untuk berkumpul.

Selama sisa tahun 2012 kami mencoba membuat konsep alpha 0.1. Saat itu kami memilih warna cokelat dan hitam karena kedua warna tersebut tidak cepat membuat mata lelah.

Demi mengejar rilis tahun 2013, Abi mengajak lagi dua rekannya untuk merapikan backend dan frontend, (Jamet dan Denis) sehingga terbentuklah tampilah Beta 1.0.

Pada titik ini kami juga memutuskan untuk memberi nama tim kami dengan serius, karena sebelumnya chat group di facebook tempat kami mengobrol hanya diberi nama The Cangkacangpanjang Production. Setelah berdiskusi kamipun sepakat untuk menamai grup kami ‘Synopsis‘. Kami juga menyederhanakan nama platform dari Sindikat Penulis menjadi Sipenulis.

tampilan login
sayang sekali hanya ada sedikit dokumentasi untuk versi beta 1.0 ini

Saya sempat vakum beberapa saat karena harus menjalani pendidikan dasar ASN (Prajab). Saya dikarantina dan dibatasi komunikasinya dengan pihak luar selama beberapa minggu, sehingga agak kesulitan untuk menghubungi teman-teman di Synopsis. Suatu malam tiba-tiba NF menelepon, dia berkata ada sebuah perusahaan yang ingin mengakuisisi platform kami dan menjadikannya sebagai platform e-book e-book berbayar.

Mereka menawarkan harga yang cukup fantastis, yaitu 2,5 miliar. Saya tentu saja langsung terbayang bagaimana rasanya uang 2,5 miliar dibagi enam. Akan tetapi karena mereka mensyaratkan bahwa kami harus terus menjadi bagian dari project ini secara full time, kami memutuskan untuk menolaknya.

Walaupun agak menyesal tapi saat itu juga kami merasa jumawa, karena platform yang baru selesai 10% bisa dihargai senilai itu, bagaimana jika kami menyelesaikan sisanya? tentu saja nilainya akan berkali-kali lipat.

3 September 2013, Sipenulis.com diluncurkan. dibarengi dengan dibuatnya laman Sipenulisdotcom di facebook dan twitter.

Awal peluncuran, kami getol membuat berbagai event dan giveaway, dengan tujuan menarik user sebanyak mungkin. Memang tidak mudah, tapi perlahan-lahan audience dan engagement meningkat.

salah satu event yang pernah diadakan.

Sayangnya di tengah kesibukan itu, pengembagan fitur-fitur baru mulai mandek, pengembangan komunitaspun serupa. Kami tak memiliki arah yang jelas sehingga apa yang kami lakukan tak terencana dan tak tereksekusi dengan baik.

Setiap event platform kami ramai, setelahnya menurun lagi. Komunikasi yang kami harapkan bakal terbentuk di platform ternyata tidak terjadi. Tidak banyak pengguna yang saling mengobrol dan berdiskusi, semuanya asyik memajang karya-karya mereka sendiri.

Kami juga menyadari ada komunitas masing-masing yang terbentuk di Facebook dan Instagram. Alih-alih sebagai tempat promosi, sebagian dari komunitas lebih senang konten dibuat di dalam masing-masing media sosial yang sedang mereka gunakan. Dan ini membuat kami kerepotan.

Sekitar tahun 2015, Abi sebagai developer utama mengatakan bahwa dia sudah tidak semangat lagi mengembangkan plaftorm versi ini. Ada banyak sekali bugs dan kesalahan dalam developing, sehingga dia berpendapat akan lebih baik jika platform didesain ulang sekalian.

hasil rebranding dan redesign

Setelah diskusi-diskusi panjang, akhirnya kami sepakat untuk melakukan redesign dan rebranding.

Kami menggalang dana lagi. Kali ini kami memilih untuk mencari pihak ketiga yang membantu menyiapkan frontend sembari menyiapkan kami menyiapkan backend dari platform ini.

Untungnya saat itu ada kawan-kawan SD yang sudah membuka studio digital, dan bersedia membantu kami dengan harga yang tak terlalu mahal.

Pada tahun ini saya yang kebetulan ditugaskan untuk mewawancara beberapa user sebagai bentuk promosi, berkenalan dengan Noury. Seorang penulis mudah berbakat, yang pada akhirnya menjadi istri saya. 😉

Setelah proses pembuatan dan migrasi yang cukup panjang, plaform diluncurkan kembali dalam versi baru.

Selama beberapa bulan setelahnya semangat kami membuncah kembali. Kami bahkan telah menyiapkan berbagai rencana yang akan dilakukan ke depannya.

Tahun 2016, Teh Alda dari Trisda Literature Foundation (agensi buku Indonesia yang bebbasis di Belgia), menghubungi kami dan mengajak berkolaborasi. Kamipun menyiapkan event kopi darat pertama kami, yaitu Lokakarya Menulis Kreatif, yang direncanakan untuk digelar di Taman Ismail Marzuki.

Event ini direncanakan untuk digelar pada tanggal 1 Oktober 2016. Sebenarnya pada bulan-bulan itu Noury sedang hamil besar, dan kami sedang bersiap-siap untuk mudik ke Bandung.

Banyak sekali yang harus kami berdua siapkan pada minggu akhir September. Terutama logistik dan konsumsi.

Apa mau dikata, ternyata tanggal 30 September air ketuban Noury pecah, dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk proses persalinan. Ketika acara di Taman Ismail Marzuki berlangsung, Noury sedang menggendog Niskala, anak kami yang baru saja lahir.

Namun bahkan setelah semua itu, kami tak pernah benar-benar beroperasi dengan maksimal. Ada momen yang hilang. Pengembangan fitur-fitur kunci tersendat, database bermasalah, komunitas yang tak juga terbentuk dengan solid, dan saat itu kami sudah bukan lagi menjadi pionir. Dalam dua tahun sudah banyak pemain lain yang masuk. Pemain dengan modal korporasi yang besar, yang tak bisa kami saingi. Banyak sekali variabel yang bisa kami jadikan kambing hitam.

Acara Lokakarya itu adalah event besar terakhir yang kami lakukan. Setelah itu perlahan-lahan sipenulis.com mati suri.

Tak ada perkembangan baru. Satu persatu anggota Synopsis telah berkeluarga (dan menambah anggota keluarga).

Satu persatu menghilang dengan sunyi ke jalannya masing-masing.

Tahun 2020, tujuh tahun sejak berdirinya, sipenulis.com kini sudah tidak bisa lagi diakses.

***

On a lighter note, forum sindikat penulis yang menggunakan hosting dan server gratisan sampai saat ini masih bisa diakses.

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Beri Komentarx
()
x