Selamat malam ๐Ÿ˜€

Menindaklanjuti twit saya beberapa hari yang lalu soal Classic Tales, saya mau sharing sedikit nih mengenai hal-hal yang saya tahu soal dongeng-dongeng klasik yang terkenal di dunia.

Oke, pertama-tama saya mau bilang dulu, kalau saya sangat-sangat suka sama yang namanya dongeng, fairy tales, fables, legenda, mitos dan cerita-cerita klasik lainnya. Ada sebuah candu tersendiri ketika saya berkelana ke dunia dongeng yang penuh dengan logika absurd dan cerita yang tidak masuk akal. Rasanya seperti memberikan suplemen bagi imajinasi di otak saya yang setiap hari terkuras karena rutinitas.

Mungkin karena itulah, saat ini, rata-rata cerita-cerita tersebut biasanya ditujukan sebagai cerita anak, maupun sebagai dongeng pengantar tidur.

Yang menarik adalah, jika kita melihat versi asli dari cerita-cerita tersebut, kita akan menemukan sebuah fakta yang mencengangkan. sebenarnya banyak sekali unsur-unsur dari cerita klasik yang terkenal di dunia tidak cocok untuk diceritakan kepada anak-anak.

Penasaran? Oke, mari kita breakdown dulu permasalahannya.

Sebagian besar dongeng klasik yang kita tahu (Cinderella, Little Red Riding Hood, Hansel & Gretel, Rapunzel, Snow White, dll) berasal dari buku Kinder- und Hausmรคrchen (Children’s and Household Tales) karya Jacob dan Wilhelm Grimm. Buku ini berisi lebih dari 200 cerita.

Sebagian orang menyangka bahwa mereka berdualah yang menulis cerita-cerita tersebut. padahal sebenarnya tidak, Grimm Bersaudara hanya mengumpulkan dongeng-dongeng tersebut dari seluruh Jerman, mirip seperti Kalevala karya Elias Lonrot yang berisi kumpulan puisi, dongeng, serta mitologi Finlandia.

Nah, ini lah masalahnya, terlepas dari judulnya yang merupakan cerita anak-anak, isi dari bukunya penuh kekerasan dan vulgar, dan sedikit-banyak tidak cocok sebagai cerita anak, sehingga terpaksa harus dilakukan pengeditan. Bahkan setelah melalui proses pengeditanpun, ketika cerita ini masuk ke negara-negara lain, masih harus dilakukan pengeditan lanjutan.

Ketika mengetahui hal tersebut, saya jadi tertarik untuk mencari tahu bagaimana versi asli dari dongeng-dongeng klasik tersebut. Setelah riset singkat dan membeli bukunya langsung (versi indonesia), saya terkejut, ternyata memang beberapa dari dongeng itu sarat akan unsur kekerasan dan juga vulgar (mistis sudah jelas, semua dongeng selalu mengandung unsur mistis :D).

Oke, saya kasih beberapa contoh:

Cinderella/Ashputtel
Pada versi saat ini, ketika sang pangeran berkeliling kerajaan untuk mencari sang putri, saat kedua kakak tirinya mencoba untuk mengenakan sepatu kaca itu, kaki mereka tidak muat, keduanya bersedih, perkara selesai.
Pada versi yang asli tidak sesederhana itu. Saat menemukan bahwa kakinya tidak muat, sang ibu tiri memerintahkan anaknya untuk memotong ibu jarinya, dia berkata “Ketika kamu sudah menjadi ratu, kamu tidak akan membutuhkan jari-jari itu lagi.” dan si anak menurutinya, dia memotong jarinya dan memasukkan kakinya ke dalam sepatu kaca. pangeranpun sempat membawanya ke kerajaan, tapi dia curiga ketika melihat bahwa kaki perempuan itu bersimbah darah.
Pun dengan anak keduanya, dia memerintahkan anaknya untuk mengiris kakinya agar cukup masuk ke dalam sepatu..ย a little bit sick huh?

Little Red Riding Hood
Versi saat ini adalah pada saat kerudung merah hendak dimakan oleh serigala, datang seorang pemburu yang menyelamatkannya, dan dia membunuh serigala itu..
Versi aslinya? Uh oh.. tak ada pemburu yang datang. si kerudung merah dan neneknya ditelan bulat-bulat oleh serigala. pemburu itu datang ketika si serigala tertidur di bawah pohon karena kekenyangan, kemudian dia diam-diam membelah perut serigala itu dan mengeluarkan kerudung merah dan neneknya dari dalam perut serigala. dia kemudian mengisi perut serigala itu dengan dua batu besar, lalu menjahit perutnya.
Serigala itu tak menyadari apapun ketika bangun, dia akhirnya mati karena kelelahan.

Snow White
Versi saat ini menampilkan ending sang ibu tiri mati karena rasa kesal terhadap snow white yang hidup bahagia bersama sang pangeran, dia juga hanya meminta bukti berupa pakaian snow white pada saat memerintahkan pemburu untuk membunuhnya.
Versi aslinya lebih menarik.. yang diminta sebagai bukti bukanlah pakaian, melainkan jantung, hati, dan paru-paru snow white. Pada saat pemburu membawakan organ-organ tersebut (yang dia ambil dari binatang buruan), sang ratu kemudian memakanya, agar dia mendapatkan kecantikan dari Snow White.
Endingnya pun lebih kejam. pada akhirnya sang ratu dihukum oleh pangeran untuk berdansa sampai mati dengan mengenakan sepatu yang terbuat dari besi panas..wheew.. dan oh ya, di cerita aslinya setau saya sang ratu bukanlah ibu tiri, melainkan ibu kandungnya.

Belum cukup? oke, saya beri satu lagi contoh.

Sleeping Beauty
Endingnya sangat manis bukan? sang pangeran datang setelah beratus-ratus tahun, mengecupnya, kemudian sang putri beserta seluruh kerajaan bangun, lalu mereka hidup bahagia selamanya. Romantis.. versi aslinya sama sekali jauh dari itu.
Ketika sang pangeran datang dan menemukan sang putri sedang tertidur, dia tidak mengecupnya.. melainkan melakukan hal “lain” yang menyebabkan putri itu hamil (dalam kondisi masih tertidur) sang putri kemudian melahirkan anak kembar (masih tidur~), nah, salah satu anaknya merangkak ke jarinya, kemudian mengeluarkan racun dari jari putri itu, yang menyebabkan dia bangun.

Whew.. agak sulit diterima akal ya? sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya.. dan beberapa diantaranya saya temukan di versi Indonesia, saya gak kebayang kalau baca versi aslinya yang dari Jerman.. hahaha..

Selain dari itu. jika diperhatikan lebih jauh, banyak stereotip-stereotip yang aneh. Seperti selalu jahatnya ibu tiri dalam mengasuh anak, jumlah anak yang mayoritas ada tiga. dengan komposisi anak pertama dan kedua selalu jahat/bodoh/gagal, dan anak bungsulah yang selalu menjadi protagonis cerita.

Nah, karena pada dasarnya cerita-cerita tersebut adalah cerita rakyat Jerman, saya jadi berpikir.. berarti orang jerman sakit semua dong ya? ceritanya psycho gini.. lalu saya tersadar, ternyata dongeng-dongeng dari negara lainnya juga tidak kalah melenceng loh..

Contohnya Mahabrata, pada versi asli dari India, disana diceritakan bahwa keseluruhan keluarga Pandawa (5 orang) menikah dengan satu wanita, yaitu Draupati, selain masing-masing punya istri yang lain. Diceritakan bahwa Draupati memperoleh lima kriteria suami ideal dari kelima pandawa tersebut. poliandri~

Tau lagu Bjork yang judulnya Jolakotturrin? temen kampus saya pernah cerita soal lagu itu, yang ternyata adalah lagu natal di Skandinavia sana. Isi lagunya menceritakan dongeng soal kucing besar yang turun ke desa tiap malam natal, kucing ini sangat lembut hatinya, dia tidak tega melihat anak-anak yang sangat miskin, yang saking miskinnya gak mampu buat beli kaus kaki. dan untuk menolong mereka, kucing itu akan.. memakan anak-anak miskin tersebut..

Almost finished..  Eits, jangan kira negara kita juga bebas dari dongeng dengan konten yang melenceng..

Coba deh perhatikan baik-baik dongeng Sangkuriang.. ibu kandung Dayang Sumbi adalah Wayung Hyang, dewi yang dihukum ke bumi dalam wujud seekor babi, dan ketika besar, suami Dayang Sumbi adalah Tumang, dewa yang juga dihukum bersama Wayung Hyang, tapi dalam wujud seekor Anjing..
Ya Walaupun statusnya dewa, tapi wujudnya kan anjing.

Lalu.. Sangkuriang itu menikah dengan ibunya sendiri loh.

//Berbagai sumber//

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
endru1290

Seenggaknya mereka sempet mengedit ceritanya sebelum turun ke anak-anak..
Apa jadinya kalau ceritanya asli begitu aja..

Orang2 jaman dulu kayaknya pada aneh ya? Berarti gak aneh kan kalau saya juga aneh? ๐Ÿ˜

endru1290

Emang iya sih.. saya kayaknya orang masa lalu yang terjebak di masa sekarang..

~Amela~

nanti ciptain dongeng sendiri deh buat diceritain ke anaknya.. hehehe

Ely Meyer

blom tahu nih cerita klasik aneh lainnya ๐Ÿ™‚

ichyfitri

kalo little red riding hood, pernah baca yg versi itu..kalo yg lainnya baru tau :p

ham, gabung di ayo dongeng indonesia aja..belajar dongeng ๐Ÿ˜€
follow @ayodongeng_ind yaaa ๐Ÿ˜‰

kali nanti pas mereka ada workshop dongeng di bandung bisa ikutan ๐Ÿ˜€

ichyfitri

pernah baca pas sekitar umur 5-7 tahun gitu..kayaknya bukunya ada deh di rumah..hahahaha..

jadi dulu punya buku cerita anak yang kecil gitu, satu cerita di tiap buku. Nah, yang itu ada cerita yang serigalanya dimasukin batu sampe dia akhirnya ga bisa bangun ๐Ÿ˜€

ichyfitri

iyak..hahahahahaa…samaan gitu dah ๐Ÿ˜†

niee

wow. bener-bener informasi baru banget buat aku.. ini bukunya ada jual kah? Pengen banget belinya. sebagai koleksi dan penambah pengetahuan..

Kalau aku suka banget sama dogeng, tapi gak jadi pemerhati seh, jadi lintas lalu aja bacanya jadi gak ada yang diinget dengan jelas.. hehehehe

btw ilham.. aku ada ngadain GA loh ilham.. ikutan yak ๐Ÿ™‚ http://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan/

niee

waaahh.. perlu dicatet neh. pengen beli jadinya ๐Ÿ˜€

iyaa.. pake foto, ditunggu loh.. kalau gak kelihatan wajahnya juga boleh kok ๐Ÿ˜‰

ska

Wah, cerita yang kucing itu jadi inget lagu And the Cat Came Back. Bukan dongeng, sih, tapi kind of lagu anak-anak gitu, dan lagunya cukup serem… Ceritanya tentang seekor kucing yang selalu mengekor seseorang ke manapun ia pergi. Meskipun kucing itu dibuang, besoknya ia balik lagi. Meskipun yang punya udah pindah rumah, tetep, besoknya ia bakal balik lagi. Bahkan di akhir lagu diceritakan, ketika dunia sudah kiamat dan tidak ada lagi manusia di dunia, kucing itu bakal balik lagi… hahaha.

orang awam

huew~

Langit

kayaknya pernah baca versi-versi asli dari dongeng klasik ini di situs… ng… ng… *lupa* :V

amalia

Numpang bertanya, itu anda membacanya dalam versi buku indonesia? Jika iya, versi buku indonesianya judulnya apa ya? Saya berniat membacanya, trimakasih

aprodita

Dulu waktu masih tk kali yak, saya pernah nonton yang versi asli cinderella. Apa cuma mimpi? Tapi seingat saya sih si pangerannya bawa burung di pundaknya yang lalu burung itu mematok mata ibu tiri itu dan tamat. Oh iya, kalo ga salah kaki saudara tiri cinderella juga dipotong. Persis versi aslinya. Ada yang pernah nonton juga ndak? Atau jangan-jangan saya mimpi -_-

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x