Adalah dia, berdiri diatas luka yang menganga.. Mencoba untuk merasuk kedalam raga yang terlanjur remuk..

Adalah dia, senantiasa mengusir  kicauan burung dan sinar mentari, mencoba membuat pelangi di malam hari..

Adalah aku, berdiri tertatih di kedua sisi, mencoba untuk memilah sesuatu yang belum tak pasti, terlalu lelah untuk kembali mengalah, terlalu lambat untuk menyerah.

Adalah kita, substansi abstrak dalam angan, seserpih memori dalam ingatan.. Sungguh, harapan yang tak hakiki hanya membuahkan mati.

Imajinasi yang tak kunjung menepi hanya akan berbuah sakit hati. Pasti.

Bintaro, 25 April 2011

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x