Kau dan aku duduk berhadapan, dalam sebuah kendaraan yang kita sebut dengan kehidupan.

Telah lama kita bersama, lalui jalan berkelok dan tikungan, aspal dan bebatuan, kerikil dan debu berterbangan, dalam buaian siang dan malam. Kita saling berbicara.. Bertukar cerita dan pengalaman, berbagi tawa serta impian.

Namun, entah mengapa kita tak pernah berani bertatap mata, entah mengapa kita ragu untuk membicarakan cinta, kitapun terlalu kaku untuk berkata rindu.

Aku tak tahu..

Mungkin karena kita berdua terlalu pemalu.. Selalu berlindung dibalik gurauan-gurauan semu. Mungkin karena kita merasa bahwa kita tak ditakdirkan untuk bersatu, sehingga hati kita dibuat membatu..

Atau mungkin karena kita berdua telah mengerti dan menerima, bahwa ini semua telah terlambat.. Dan kita tak bisa kembali tuk mengulangi..

Untuk mereka semua yang menyembunyikan diri di balik topeng persahabatan.

– Bintaro, 22 Juni 2011
Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
10 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Langit

-Untuk mereka semua yang menyembunyikan diri dibalik topeng persahabatan-

dalem banget gan, nice post… jangan sampai telat sadar ya kalo gini, hehehe 😀

Langit

apakah sosok dibalik topeng persahabatan tidak pernah berwujud kebersamaan yang menyatukan? *halah-halah =))

dibikin novel juga, galau nih gan 😀

febrigaz

well, saya sudah terlambat dan salah langkah.
*hiks

Langit

bung febrigaz sepertinya mau bikin novelnya?? wkwkwkwk 😛

inten ratna sari

err,, galau am?

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
10
0
Beri Komentarx
()
x