Judul : The Invention of Hugo Cabret
Pengarang : Brian Selznick
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penerbit : Scholastic Inc. / Mizan Fantasy
Tahun Terbit : 2007 / 2012
Tebal : 543 Halaman

Kehadirannya bagaikan hantu. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-endap di bawah temaram lampu stasiun kota. Tak seorang pun tahu, Hugo menyembunyikan sebuah rahasia besar warisan mendiang ayahnya, satu-satunya pengikat dirinya dengan masa lalu sekaligus masa depan.

Tapi tak dapat disangkal, review buku ini juga tak lepas dari pengaruh film. saya pertama kali mengetahui tentang Hugo bukan sebagai novel, tapi sebagai judul film yang dibuat oleh Martin Scorsese, yang akan rilis di Indonesia bulan depan.

Awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan bukunya, tapi saat melihat rating filmnya 8.0 dan banyak sekali membaca tweet tentang buku ini dari mizan dan bentang pustaka, akhirnya saya tergoda juga untuk membaca.. yah hitung-hitung pemanasan sebelum nonton filmnya nanti.. hehehe..

Kesan pertama yang saya dapat saat melihat-lihat buku ini hanya satu.. unik.. novel ini cocok dikategorikan sebagai Graphical Novel.. atau Visual Novel.. yah kira-kira seperti itu lah, mirip seperti Abarat karya Clive Barker, dan Anatomy of Fear karya Jonathan Santlofer.. namun dengan proporsi gambar yang jauh lebih banyak. (sekitar 50-50).

Buku ini menceritakan tentang seorang anak yatim bernama Hugo Cabret, yang setelah ditinggal mati oleh ayahnya, tinggal bersama pamannya di stasiun kereta. Dia sehari-hari bekerja untuk merawat ke 27 jam yang berada di stasiun itu bersama pamannya.

Sebelum meninggal, ayahnya sedang menyelesaikan perbaikan sebuah automaton.. automaton ini berbentuk seorang manusia yang sedang menggenggam pena. Hugo merasa bahwa automaton inilah penghubung yang tersisa antara dia dan ayahnya, berbekal buku catatan pemberian ayahnya, dia menjadi terobsesi untuk memperbaiki automaton itu.

Obsesi itu mempertemukannya dengan seorang penjaga toko mainan bernama Georges dan Isabelle.. tempat diamna dia sering mencuri barang-barang untuk memperbaiki automatonnya, dan dimulailah serangkaian kejadian dan petualangan yang memutarbalikan kehidupan mereka semua. 🙂

Membaca buku ini lebih seperti menonton film klasik. dengan setting cerita Prancis pada tahun 1931, serta ilustrasi-ilustrasi hitam putih yang luar biasa memikat.

Pada saat membacanya saya selalu ingin segera membalikan halaman karena penasaran dengan jalan cerita, namun pada saat bersamaan merasa enggan, karena sedang menikmati ilustrasi di halaman tersebut.

dengan waktu membaca normal, novel ini mungkin  bisa diselesaikan hanya dalam waktu dua jam, karena tulisannya cenderung minim untuk ukuran sebuah novel, tapi dengan memainkan imajinasi dan menikmati ilustrasinya, waktu membaca tersebut bisa jadi bertambah panjang..

Secara overall, The Invention of Hugo Cabret bisa menjadi bacaan yang menghibur dan tidak membuat pusing, karena jalan ceritanya ringan.

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
4 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Adi Nugroho

wis ratingnya tinggi, sama reviewnya di atas aye jadi kepincut nih..

riki mustopa

racuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnn…… gramedia,,gramedia… bukabuku.com, bukabuku.com……………………..meluncur…….

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
4
0
Beri Komentarx
()
x