#12 – 10102020

Sepuluh tahun yang lalu saya menginjak usia dua puluh tahun. Usia masa transisi dari ABG ke akang-akang. Waktu itu saya menyangka bahwa dengan berubahnya angka depan usia saya dari “1” menjadi “2” (kita sebut saja versi), saya akan tiba-tiba mendapat hidayah dari langit, lalu berubah menjadi orang yang kalem, dewasa, dan bijaksana.

Continue reading “#12 – 10102020”

#11 – Taman Bacaan Kirana: Sebuah Retrospeksi Safe Place

This is the place

Sit down, you’re safe now

Lift – Radiohead

Pertama kali mendengar Thom Yorke menyanyikan dua bait awal lagu Lift, saya langsung jatuh cinta.

Ada makna mendalam dibalik dua bait lirik itu. Semacam mantra penenang bagi mereka yang menderita anxiety, stres dan depresi. Walaupun lirik dalam lagu itu ditujukan untuk sang vokalis, tapi tidak bisa disangkal bahwa saya sebagai pendengar juga ikut merasa sedang berada di dalam sebuah safe place.

Continue reading “#11 – Taman Bacaan Kirana: Sebuah Retrospeksi Safe Place”

#10 – Open In Case of Emergency

Februari lalu ketika Ashraf Sinclair (suami Bunga Citra Lestari) meninggal, lingkungan pertemanan saya seperti kena setrum. Ada kesadaran kolektif yang muncul serentak. Bukan karena kami penikmat gosip, tapi kami menyadari dia masih muda, juga terkenal berbadan fit dan rajin berolahraga.

Selama beberapa hari setelahnya sering muncul diskusi seputar kesehatan di grup-grup WhatsApp. Diselingi dengan chat dari agen-agen asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang mengambil momentum untuk menawarkan produk mereka.

Diskusi serupa juga saya dan Noury lakukan.

Continue reading “#10 – Open In Case of Emergency”

#9 – Rintik Kibor di Malam Hari

Dahulu kala, seorang Sufi pernah diminta oleh Sultan Persia untuk membuat sebuah kutipan bijak yang bisa mencakup seluruh aspek dari kehidupan. Sebuah Maha-kutipan yang bisa dan cocok untuk digunakan dalam setiap situasi.

Sufi itu berpikir cukup lama, kemudian berkata; “īn nīz bogzarad.”

Kutipan itu kemudian pada abad ke 19 dibawa ke dunia modern oleh pujangga Edward FitzGerald, (juga Abraham Lincoln) dan hingga saat ini populer. Kutipan itu adalah; “and this too, shall pass away”, atau versi singkatnya, “This too shall pass.”

Continue reading “#9 – Rintik Kibor di Malam Hari”

#8 – Ambivalensi Pandemi

Bagi kehidupan saya pribadi, pandemi ini membuat perasaan dan pengalaman yang campur aduk.

Ada perasaan khawatir karena penularan virus yang bisa datang dari mana saja dan siapa saja di sekitar saya. Tapi ada juga perasaan lega karena sejauh ini di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja tidak ada kasus positif yang terkonfirmasi.

Continue reading “#8 – Ambivalensi Pandemi”

#7 – Mengelola Keuangan Keluarga

Belakangan ini sedang gaduh sekali soal Fincancial Advisor (FA) Jouska yang menyalahgunakan kepercayaan klien mereka, dengan menjerumuskan klien-klien itu ke dalam investasi saham gorengan, padahal dia tidak memiliki izin sebagai manajer investasi dari OJK.

Continue reading “#7 – Mengelola Keuangan Keluarga”

#6 – Persona Gooners

Jika dibilang saya fans kaleng-kaleng atau fans karbitan, mungkin memang benar. Saya baru serius menyukai sepak bola dengan serius saat SMA. Itupun karena sering bermain Winning Eleven dan Championship Manager.

Tim Eropa yang saya dukung juga adalah tim-tim yang sedang pada masanya sedang naik daun. Sebut saja Chelsea era Didier Drogba dan Frank Lampard, Inter era duet Samuel Eto’o dan il Principe Diego Milito, Manchester City pasca reformasi Sheikh Mansour.

Continue reading “#6 – Persona Gooners”

#5 – Medium Bercerita

Tahun 1994, seminggu sebelum perayaan natal, tiga pria asal Prancis bernama  Eliette Brunel-Deschamps, Christian Hillaire, and Jean-Marie Chauvet, berpetualang di sepanjang sungai Ardèche, yang terletak bagian selatan Prancis. Mereka berniat untuk menjelajah ke dalam sebuah lubang kecil yang oleh penduduk lokal diberi nama Trou de Baba.

Ketiganya adalah Speolologist, peneliti dan penjelajah gua profesional.

Continue reading “#5 – Medium Bercerita”

#4 – Sudut Pandang

Kita terkadang terjebak dalam paradigma gelas setengah kosong atau setengah isi. Membagi manusia ke dalam dua kotak; si pesimis yang harus berubah dan si optimis yang harus mengubah.

Padahal mungkin tidak seperti itu. Pandangan kita terhadap hidup (atau suatu masalah) sangat tergantung dengan berbagai macam faktor, seperti usia, keluarga, pendidikan, dan pengalaman.

Continue reading “#4 – Sudut Pandang”

#3 – Membandingkan Hidup

Pujian dan perhatian adalah candu. Sudah sejak awal waktu, dan akan selalu seperti itu. Pujian dan perhatian adalah dahaga yang tak akan pernah terpuaskan.

Dia tak pernah hilang, hanya berubah bentuk.

Continue reading “#3 – Membandingkan Hidup”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi