Dear gadis,

Aku tahu ini semua akan terdengar aneh. tentang semua yang akan kutulis, tentang semua perasaanku padamu, tentang kita.

Ada orang yang berkata, bahwa sebagian hal memang sebaiknya tak pelu diungkapkan.. ya gadis, aku setuju.. tapi bukan untuk hal ini.. bukan untuk rasa sesak yang hampir membuatku meledak ini. Tak adil rasanya jika hanya aku yang tahu.. engkaupun harus tahu gadis..

Dear gadis,

Entah bagaimana aku harus memulainya.. adalah kenyataan bahwa sebuah kata sesederhana “cinta” mengandung sebuah kerumitan yang luar biasa. Jika saja ini semua hanyalah tentang aku dan kau, mungkin tak akan serumit ini. tapi ada “dia”.. selalu ada dia disisimu sejak awal kita berjumpa.

Mari kita singkirkan dulu “dia” untuk beberapa saat, wahai gadis. Hapuskan kata “dia” dari kosakata kita.. persetan dengan dia.. marilah berbicara tentang “kita” berdua.
tentang kau…
dan aku..

Dear gadis,

Kau harusnya tahu, ada sesuatu yang menggelitik hatiku sejak awal mataku menyapu senyum indahmu. sejak pertama kedua bola matamu membiusku, membuatku nyaris gila. sejak itupula ada sebuah bara kecil yang muncul dihatiku, bara yang selama tiga hitungan tahun ini tak kusangka akan semakin membesar dan memanas, membakar hatiku.

Ah, intinya adalah rasa kagumku padamu telah berubah menjadi cinta..

Ya, itu pengakuanku.. aku jatuh cinta padamu.

Dear gadis,

Sampai di titik ini, engkau mungkin merasa panik.. merasa risih.. merasa tidak nyaman dengan semua perasaan yang baru saja kunyatakan padamu.

jangan..

Karena engkau harus memahami wahai gadis.. bahwa cinta adalah esensi murni dari sanubari.. adalah titipan suci dari Ilahi.. Bukan salahku jika hati ini memilihmu, dan tentu saja bukan salahmu.. hanya saja putaran nasib kita yang belum bertemu.

Tak usah khawatir.. aku tahu dimana posisiku, sebaik aku tahu dimana posisimu. aku tahu kita berdua tak cukup dekat untuk semua ini. itu sebabnya aku lebih memilih untuk menuliskan semuanya disini. dan aku menerima sepenuhnya bahwa cintaku padamu hanyalah satu arah.

dan hanya agar engkau lebih mengerti wahai gadis. tujuanku menulis semua ini hanya satu..
agar engkau tahu..
hanya itu.

dan setelah inipun kehidupan kita akan terus melaju.. berpacu dalam hitungan waktu. tak ada yang tahu kapan kita berdua akan kembali bertemu.. mungkin takkan pernah.

Ya, kita takkan pernah tahu..
Wassalam, sampai takdir berkata lain.

ini revisi dari email yang “tadinya” akan saya kirimkan pada seseorang saat saya lulus nanti. tapi rupanya semua itu udah nggak perlu.

Bintaro, 18 Desember 2010

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x