Judul : 12 Angry Men
Genre : Drama
Sutradara : Sidney Lumet
Pemeran : Henry Fonda, Lee J. Cobb, Martin Balsam
Durasi : 96 menit
Tanggal peluncuran : April 1957 (USA)
Rating IMDB : 8,9

 12 orang juri berkumpul di sebuah ruangan untuk memutuskan perkara pembunuhan seorang ayah oleh anaknya sendiri, 11 mengatakan bersalah, 1 orang mengatakan tidak bersalah..

Oldies but goodies! satu kata buat film ini.. terbukti dari ratingnya yang sangat tinggi dan menempati peringkat 6 dalam top 250 IMDB.. Saya sendiri sebenarnya gak terlalu banyak tau soal film ini, baik itu sutradaranya, maupun para pemerannya. saya hanya banyak melihatΒ  komentar positif yang diberikan oleh semua reviewernya. jadilah kemarin saya sempatkan diri buat nonton.

Terus terang film ini adalah satu dari empat film hitam putih bagus yang sudah saya tonton. yang pertama adalah Schindler’s List (1993), Les Diaboliques (1955) serta The Wizard of Oz (1939)..

Film ini menceritakan tentang 12 orang juri persidangan yang sedang memutuskan dakwaan untuk seorang anak usia 18 tahun yang dituduh membunuh ayahnya sendiri. semua bukti yang telah dikumpulkan menunjukan bahwa si anak itu bersalah, maka ketika mereka semua berkumpul, sepertinya diskusi itu tidak akan makan waktu lama.

namun ternyata, saat voting pertama dimulai, 1 dari 12 orang itu memilih vonis tidak bersalah untuk sang anak. kontan hal ini membuat 11 orang lain terkejut dan berang, mereka semua berusaha untuk meyakinkan satu orang tersebut agar ikut memilih vonis bersalah, tapi orang itu tetap pada pendiriannya. (sistem juri mengharuskan suara bulat, jika tidak bulat maka keputusan tidak bisa diambil) kemudian dimulailah adu argumen yang sangat luar biasa dari ke dua belas orang tersebut, dan hebatnya satu orang yang tersebut dengan semua argumen dan logikanya bisa membalikan keadaan dan meyakinkan satu persatu juri lainnya bahwa si anak sama sekali tidak bersalah.

Inilah kenapa saya suka dengan film klasik.. tidak ada visual efek yang berlebihan, setting hanya satu ruangan.. (dua jika dihitung dengan toilet) selama 96 menit kita disuguhi dialog-dialog dan argumen yang hidup serta cerdas. sama sekali tidak ada rasa bosan saat menontonnya.

Film ini juga sepertinya menginspirasi Stephen Spignesi pada novelnya yang berjudul The Gas Room, karena saya mendapati kesamaan pada beberapa adegannya.

Last Word, buat penikmat film cerdas yang harus menggunakan otak saat menontonnya, juga untuk para calon pengacara, wajib nonton ini πŸ™‚

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
2 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
tukangtidur

Kayaknya lu suka ama adegan yang banyak ngobrolnya ya, Ham πŸ™‚

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
2
0
Beri Komentarx
()
x