Judul : Stranger Than Fiction
Genre : Comedy, Drama, Fantasy
Sutradara : Marc Forster
Pemeran : Will Ferrell, Maggie Gylenhaal, Emma Thompson, Dustin Hoffman
Durasi : 113 Menit
Tanggal peluncuran : 10 November 2006 (USA)
Rating IMDB : 7,7

Harold Crick adalah seorang pegawai IRS dengan kehidupan biasa dan monoton, sampai suatu hari, dia mendengar seseorang menarasikan kehidupannya, dan mengatakan bahwa dia akan mati.

Wah.. terus terang udah lama banget saya pengen ngeresensi film ini, karena kebetulan hari ini ada waktu kosong, saya menyempatkan diri nonton lagi, dan langsung bikin resensinya. hehe..

Ada alasan khusus kenapa saya sangat menyukai film ini, terutama adalah karena kemampuan persepsi matematika yang dimiliki oleh Vetra dalam serial Sense yang saya buat, terilhami dari efek visual yang ditampilkan oleh film ini. di sepanjang film (terutama bagian awal) kalian akan menemukan efek visual yang menggambarkan dengan cukup tepat bagaimana cara Vetra melihat dunia. 🙂

Alasan khusus yang kedua adalah sutradaranya. Marc Forster adalah sutradara berbakat yang telah membesut banyak sekali film bagus dengan tema tidak pasaran. Sebut saja The Kite Runner dan Finding Neverland, serta franchise terbaru serial James Bond, yaitu Quantum of Solace. (Film terbarunya, The Machine Gun Preacher, belum sempat saya tonton)

Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang pegawai IRS (DJPnya Amerika) yang bernama Harold Crick (Will Ferrell). selama dua belas tahun terakhir Harold Crick menjalani kehidupan sehari-hari yang kaku dan monoton. Akan tetapi pada suatu hari, Harold tiba-tiba mendengar suara ajaib yang entah berasal dari mana, suara itu seakan menarasikan setiap hal yang dia kerjakan.

Masih dalam keadaan bingung, dan waktu yang hampir bersamaan, dia diberi tugas untuk mengaudit sebuah toko kue dan roti. disana dia bertemu dengan pemilik toko yang bernama Ana Pascal (Maggie Gyllenhaal). kepribadian Ana yang unik dan pemberontak sedikit banyak ternyata membuatnya jatuh hati.

Kemudian, pada suatu sore, suara ajaib itu memberitahukan bahwa dia akan mati sebentar lagi, kontan hal ini membuat Harold sangat panik, dia kalang kabut mencari bantuan, dan berniat menemukan siapapun orang yang membuat narasi atas kehidupannya tersebut. Pencarian itu membawanya pada Professor Jules Hilbert (Dustin Hoffman) yang membantunya menemukan siapa sebenarnya pemilik suara yang menarasikannya tersebut, sebelum dia benar-benar mati.

Well, film ini unik.. saya masih bingung mengkategorikannya ke dalam drama atau komedi, yang jelas film ini benar-benar menghibur, sekaligus membuat kita memikirkan kembali salah satu pertanyaan dasar dalam kehidupan ini, yaitu, jika kita mengetahui bahwa kita akan segera mati, apa yang akan kita lakukan?

Saya secara pribadi sangat menyukai tokoh Harold Crick, karena kehidupan yang dijalaninya mungkin kurang lebih mirip dengan kehidupan yang akan saya jalani, sebagai orang kantoran, dan secara spesifik, sebagai pegawai dirjen pajak.. (mungkin.. :p) dan bagaimana dia menjalani kehidupan dan rutinitasnya yang membosankan membuat saya tersadar, waw, saya langsung berharap bahwa masa saya tidak boleh seperti itu, banyak hal selain pekerjaan yang bisa kita kedepankan, contohnya… *uhuk* masalah jodoh.. *uhuk*

Saya juga sangat menyukai tokoh Karen Eiffel (Emma Thompson). Akting Emma yang berperan sebagai novelis yang menarasikan kehidupan Harold sungguh luar biasa. saya tidak kenal terlalu banyak novelis asli, tapi saya tau sepertinya banyak juga sifat-sifat dan kebiasaan Karen yang dimiliki oleh para novelis yang sesungguhnya. mata sayu karena kurang tidur, kebiasaan obsesif-kompulsif serta perilaku aneh dan tidak bisa ditebak, semua itu sukses membuat saya terkagum-kagum.

Akhir kata, untuk penggemar novel dan literatur, sangat sayang jika melewatkan film ini.

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
7 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
hesty

wahhh jadi pengen baca 😀
betewe source-nya kapan tamat, aku mau langsung donlot semua langsung ah, klo baca dikit2 ntar penasaran,,wkwkwkwk :p

~Amela~

One of my favourite ham..udah lama banget nonton film ini, jadi pingin nonton lagi..
dan visual effectnya emang mantep..

tukangtidur

Beberapa hal yang gue suka dari film ini adalah.
1. Judulnya mirip judul lagu band punk Bad Religion, “Stranger than Fiction.” Bad Religion adalah band favorit gue.
2. Novel ini membahas tentang seorang penulis novel. Gue suka menulis.
3. Novel ini juga menampilkan seorang perempuan anarkis penjaga roti. Gue dulu suka anarki.

Itulah alasan gue suka nih film. Ada faktor keintiman. Teknik ceritanya juga kreatif banget. Ada beberapa adegan yang gue suka:

1. Karen berdiri di atas meja, sambil membayangkan dirinya sedang berada di gedung tinggi. Hanya untuk merasakan bagaimana rasanya bunuh diri.
2. Dialog Harold Crick dan Ana Pascal di toko roti. Kira-kira dialognya begini. Harold Crick bertanya: “Kamu kelompok anarkis?”. Ana Pascal menjawab, “Kelompok? Bukankah anarkis menolak pengelompokan.” Kira-kira gitu lah dialognya. Gue lupa. 😀

Nih film emang bagus banget untuk ditonton.

[…] Stranger Than Fiction […]

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
7
0
Beri Komentarx
()
x