Judul : Serbuan Maut / The Raid
Genre : Action, Crime, Thriller
Sutradara : Gareth Evans
Pemeran : Iko Uwais, Ananda George, Ray Sahetapy
Durasi : 101 menit
Tanggal peluncuran : 23 Maret 2012 (INA)
Rating IMDB : 8,4

Sekelompok pasukan elit kepolisian melakukan penyerbuan ke sebuah kompleks apartemen untuk menangkap seorang gembong mafia.

Yippeee! Alhamdulilah saya dapet kesempatan buat nonton film ini (gratis pula).  Film action lokal yang sepertinya lumayan happening di indonesia, sampai sampai salah satu tokohnya yang bernama Mad Dog sekarang dijadikan hashtag di twitter sebagai saingan hashtag chuck norris.. 😀

Film major kedua besutan sutradara Gareth Evans ini (sebelumnya merantau) sebenernya udah saya nantikan dari bulan November kemaren, semenjak ada berita film ini dapet penghargaan Midnight Madness dari Toronto Movie Festival, dan dapet banyak review bagus dari para kritikus.

Saya nunggu dan nunggu, eh ternyata baru bulan maret 2012 film ini release di Indonesia -.-

Gak banyak yang bisa dikatakan soal jalan cerita di film ini.. linear dengan satu dua twist minor yang bisa ditebak. Inti ceritanya hanya bertarung-bertarung-bertarung.

Yang luar biasa dan menjadi sorotan utama tentu adalah adegan pertarungan jarak dekat yang dikoreografikan dengan sangat luar biasa oleh ketiga koreografernya, yaitu Iko Uwais, Yayan Ruhyan, dan sang sutradara sendiri, Gareth Evans. Setiap gerakan dilakukan tidak dengan gaya slow motion ala film hollywood, tapi dengan cepat, efektif, dan mematikan. Kombinasi pertarungan silat tangan kosong, baton, pisau belati, sampai golok benar-benar terlihat mengagumkan dan brutal.

Efek visualpun sepertinya ditingkatkan.. berbeda dengan efek darah di film Merantau yang masih terlihat seperti gincu, di film ini darah dan make up di film ini terlihat jauh lebih real.

Penonton diajak menahan nafas dan tidak berkedip dari awal sampai akhir film, berkedip sekali saja, dan kalian akan kehilangan sebuah momen pertarungan, entah itu tusukan berkali-kali belati ke dada, bantingan kepala ke tembok, ataupun roundhouse kick ala Chuck Norris.. 😀

Walaupun masih menggunakan sutradara dari negara tetangga, yang jelas film ini bisa dibilang membanggakan bagi masyarakat Indonesia, karena seperti yang dikatakan oleh Gareth Evans, “Hanya ada dua orang asing yang terlibat di film ini, jadi jika ada orang yang mengatakan ini bukan film indonesia, Fuck you..”

Akhir kata, Buat yang agak sensitif sama gambar dan film yang memuat disturbing picture, sebaiknya jangan coba nonton.. selain orang-orang itu, silahkan nikmati pengalaman baru sebuah genre action dari film ini.. 😀

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
17 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
endru1290

Agak mirip Sense ya? Nyerang gedung bertingkat yang isinya penjahat2 gitu..
Kapan Gareth Evan ketemu kamu, Ham? XD

~Amela~

aaah.. beruntungnya kamuu.. aku juga pingin nonton

elfarizi

Segera nonton, sirik keduluan sama gan Ilham 😀

Orin

bnyak yg bilang bagus ya, tp aku takut terlalu sadis buatku -.-

niee

belom nonton,, huhuhu.. soalnya selalu kehabisan tiketnya seh.. dan aku bukan tipe penonton bioskop yang rela ngantri hanya untuk sebuah film.. (padahal aku ada MTix 😛 )

niee

di pontianak masih neh >.<

Talisa

Kalo aku sih nggak terlalu menikmati, ham. hehe. jalan cerita dan twist-nya kuraang.. udah bisa ketebak yang berkhianat siapa, paling2 cuma penasaran mereka kebunuh semua ato enggak.. hihi.

Falzart Plain

Saya belum nonton lhoo… (bangga)

Falzart Plain

tertarik, tapi nggak obsesif buat nonton…

Arie

pengen nonton,,
Keren abis nih film, kaya main Game gitu, ada levelnya. Di setiap level ada salah satu org yang hebat..

Coba aja aku yang jadi Tama, pasti bakal seruh tuh film

[…] The Raid […]

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
17
0
Beri Komentarx
()
x