Tak terpungkiri, semua orang senang sama yang namanya hadiah. Hadiah ini tidak melulu harus barang, bisa saja dalam bentuk lain, bahkan ucapan atau waktupun bisa. Saya kira ketika ada orang lain memberikan sebagian dari apa yang dia miliki untuk kita, kita pasti akan merasa senang.

kita pastinya juga akan lebih senang saat hadiah yang kita dapatkan ternyata diperoleh/dibuat dengan usaha ekstra dari sang pemberi.

Entah kenapa, saya rasa perempuan yang lebih mengerti tentang hal ini. tentang seni memberikan hadiah. Sering sekali saya mendapati teman-teman perempuan yang sedang berkumpul untuk mecarikan hadiah atau bahkan membuatkan hadiah untuk teman mereka yang lain. pernak-pernik, kolase, craft, aksesoris, dan banyak hal lainnya. Perempuan cenderung lebih rajin dan mendetail dalam memberikan hadiah.

Sementara laki-laki? kami biasanya lebih simpel. Biasanya hadiah dari kami hanya sekadar ucapan, atau jika itu barang, biasanya adalah barang-barang yang sangat gampang dibeli dengan lembaran rupiah.

Tapi tak selalu begitu. Terlepas dari kesederhanaan tadi, laki-laki juga terkadang bertindak diluar kebiasaan. dengan dorongan yang tepat tentunya.

Saya ingat. Dulu.. dulu sekali saat masih SD, saya pernah menyimpan sebuah gelang berwarna perak. Gelang itu saya ambil dari lemari kakak saya, ornamennya berbentuk hati, dengan tulisan I Love You melintang di satu sisinya.

Rencananya adalah memberikan gelang itu kepada salah seorang gadis dari kelas sebelah. kalau tak salah ingat, setiap hari selasa saya selalu membawa gelang itu ke sekolah. kenapa hari selasa? karena hari selasa itu kalau tidak salah harinya kami olahraga. dan somehow dengan alasan yang aneh; saya ngerasa kalau saya dua kali lipat lebih keren saat mengenakan pakaian olahraga. (iya tau, memang konyol..) memang tidak terlalu spesial, tapi mungkin karena hal ini adalah saat pertama kalinya saya ingin mengungkapkan sesuatu kepada orang lain dengan cara memberi, selalu saya ingat sampai sekarang.

Sebelum kelulusan SD, saya juga sempat membuat sebuah mixtape. beberapa hari saya bongkar pasang koleksi kaset om saya, rekam-hapus-rekam-hapus lagu-lagu cinta, untuk membuat sebuah kompilasi lagu yang merepresentasikan isi hati saya.

Saya juga pernah benar-benar membuat sebuah booklet sebagai hadiah ulangtahun seseorang. butuh waktu beberapa lama untuk mengumpulkan foto-foto dan tulisan yang memuat nama dia, kemudian menyatukannya dalam sebuah booklet. saya cetak booklet itu menggunakan kertas foto, lalu saya jilid.

Kebanyakan hal di atas adalah hal yang jika kita pikirkan ulang adalah hal yang konyol, memalukan, nggak penting, tapi toh semua hal aneh itu kita lakukan dengan ikhlas dan tanpa paksaan. Karena saat kita menyadari ada sesuatu yang berharga di hadapan kita, kita akan selalu berusaha lebih. Kita akan tanpa paksaan memberikan apa yang kita miliki, sebagai simbol bahwa dia berbeda dengan yang lainnya.. bahwa dia spesial.

Seperti kata Remi dalam Perahu Kertas, yang kutipannya saya tambahkan sesuka hati. “Kita akan berhenti mencari saat menemukan orang yang dapat memberi kita sebagian dari dirinya tanpa harus kita minta.”

mungkin itulah hadiah terbaik yang bisa seseorang berikan.

and i’ll give you anything, everything. even if it is for nothing.. 🙂

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
orang awam

lama ngga koment 😀
btw jdi keinget wktu smp, pas mlam 24 Des..kasak-kusuk di kamar bikin eksperimen rhasia..bikin phon natal mini make apa aja yg ada, kawat, busa dri sofa yg robek, wol ijo, dll..dan jdilah kado natal kejutan buat dia..
Besoknya, berharap jdi santa claus ksayangan 😀 ceile
Dan ckup sukses lah waktu itu 🙂

Irwan

Hi Friends , Ikutan lomba menulis yuk. Selain bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi, juga bisa menang hadiah loh… Untuk Keterangan lebih lanjut, Silahkan baca: http://www.arthinkle.com/articles/detail/kompetisi-menulis-arthinklecom-berhadiah-uang-tunai-total-1-juta-rupiah

Noor H. Dee

Ck ck ck. Ternyata sejak SD sudah playboy! 😀

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x