dini hari…

saat ini aku terbaring lelah. mendekap pasrah dalam pelukan malam. melodi maksim menari syahdu di telingaku.. the flight of bumblebee? atau chopin revolutionary etude? entahlah, aku tak terlalu memperhatikan.

seorang sahabat terbaring di lantai, hanya berbalut kain sarung kumal. kelelahan dan akumulasi stres akibat ujian membuatnya tak lagi memperdulikan dimana ia tidur. asal terlelap sudah cukup. diantara mimpi dan nyata kulihat dia masih sempat memainkan handphonenya. ah, tapi kurasa tak penting juga untukmu mengetahui apa yang dilakukan oleh sahabatku. jangankan dia, apa yang kulakukan pun kau sepertinya tak perduli.

seperti biasa, aku mengakrabi gundah, aku mencoba untuk mecari sedikit celah diantara keheningan malam. mencari sebuah sudut dimana nyata menjadi tiada, dan fakta menjadi hampa. dan demi temaram lampu kamarku yang tak pernah lelah bersinar, aku merindukanmu.

aku sadar sepenuhnya, memilihmu berarti aku telah menanam benih angin, sejuk yang kuharap akan kutuai, berbuah badai.. tapi sudah terlambat untuk kembali. sepenggal hatiku tlah kau bawa pergi, seiring dengan tawa yang kita bagi dalam mimpi, dan khayal yang semakin membesar dalam diri.

sebegitu sulitkah bagimu untuk berkata? sekedar menyusun aksara atau merangkai kata? tak perlu memuji ataupun bertanya, kau hanya perlu menyapa. memberikan sedikit asa dalam hari-hariku yang biasa. tapi itupun kau tak sudi.

apakah kita hanya sekedar simbiosis? sekedar saling memenuhi kepentingan satu sama lain, sekedar menyelesaikan sesuatu yang mungkin sejak awal seharunya tak perlu kita mulai..
yang lebih penting, apakah itu mutualisme atau parasitisme?

itu, dan seribu tanya lain masih menghujam di sanubari, menancap bergerigi menyengsarakan hati. sekarang aku tak tahu lagi pada siapa aku harus berharap, adakah seorang yang memiliki jawab? tak ada yang lain selain dirimu.. dan akupun tak ingin yang lain.

namun jika kau bukanlah jawaban, dan tak mungkin untuk jadi masa depan. setidaknya tolong bantu aku menghapuskan ragu. agar aku bisa kembali melangkah maju

Bintaro, 8 Maret 2010

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x