Untuk terakhir kalinya

kau tak perlu membacanya jika tak ingin.

Ini yang terakhir.. setelah ini tak sudi kubuang isi pena dan kepalaku untukkmu.

Inilah aku, yang hidup di dunia kata-kata. yang terbiasa memaknai rasa lewat bisikan aksara dan torehan pena. tapi rupanya metaforaku tak lagi memiliki arti untukmu, bait-bait indahku telah sukses kau bunuh.. dan segala hasrat yang selama ini kuungkap lewat deretan kalimat hanya kau anggap angin lalu.

aku salah, itu kuakui..

seharusnya aku memahami, realita dan fiksi sama sekali tak sehati. mereka adalah dua kontradiksi yang tak saling mengisi, saling membenci karena merasa dapat berdiri sendiri. satu menghujam menjejak bumi, lainnya mengepak menapak langit.

ya, itulah kita.

Seharusnya aku menyadari, selayaknya kau seharusnya memberi tahu.. selama ini aku menanti sebuah harapan tak berisi, sebuah impian yang mati. kusangka aku menanti hatimu yang terkunci agar mau membuka diri. aku salah, selama ini pintu hatimu selalu terbuka.. kecuali untukku.

kurasa kau sudah tahu.

aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu..

tapi kau tak mau tahu, dan memilih untuk tidak peduli.
padaku, pada perasaanku, dan pada pesan-pesan yang kutinggalkan untukmu.

jadi jangan salahkan jika akupun bersikap seperti itu padamu. karena aku tak sudi menunggu sesuatu yang abadi, aku tak ingin selamanya menanti..

aku memilih untuk meninggalkan cintaku, dan membawa kembali hatiku yang kutitipkan padamu..

kuharap kau mengerti.

sekarang, aku akan bangun dari mimpi, dongeng horor yang kusangka cerita fantasi akan segera berganti, dan walaupun saat terjaga aku menemukan diriku hanya seorang diri, aku takkan lari. karena aku yakin itu masih lebih baik dari memimpikanmu yang tak hakiki.

dan, akupun hanya bisa berharap pagi segera menepi, menebarkan kehangatan sinar mentari di hatiku yang kini kupeluk kembali, dalam keadaan terkunci.

dan jangan harap kudoakan kau bahagia bersamanya, itu takkan mungkin kulakukan..
aku hanya berdoa, agar suatu hari kau mengerti, dan merasakan apa yang kurasakan untukmu saat ini.

dan kuharap kau menangis, karena akupun begitu.

Bintaro, Juli 2010

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
3 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
opi

1-8 aw bahasanya, ham! 😀

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
3
0
Beri Komentarx
()
x