Aku harap kau membaca ini.

Bukan maksudku untuk membuatmu meragu. Aku hanya ingin agar kau tahu bahwa beginiliah semuanya ternyata berakhir. Dengan kau duduk di pelaminan, sedang aku tak kuasa walau hanya memandang dari kejauhan. Impianmu tercapai, membuat hidupku hancur berantakan.

Tak ada lagi yang perlu kita sembunyikan.  Toh sekeras apapun aku mendobrak hatimu yang telah membatu, tak akan bisa membantu. selurus apapun garis takdir aku selaraskan, tetap saja Tuhan tak mengabulkan. Ada semacam ganjalan yang tak terungkapkan, juga kerumitan yang tak mampu kita uraikan.

Konyol. Tak seharusnya aku menyalahkan Tuhan, karena ini semua adalah kesalahan kita. Kita yang tak mampu menjaga diri, walaupun telah ada yang memiliki. Andai saja sejak semula semua ini tak pernah kita coba. Kenangan pahit ini tak akan pernah ada.

Seharusnya kau tak perlu datang kembali setelah semua yang dulu pernah kita berdua alami, seperti juga seharusnya aku tak mengizinkanmu masuk untuk yang kedua kali. Andai saja saat itu masih ada kewarasan dalam diri kita yang tersisa, kita pasti sadar bahwa mengharapkan dua hasil yang berbeda dengan cara yang sama adalah tindakan sia-sia.

Tapi sudahlah, apa yang sekarang kau minta dariku?
Tak usah kau jawab restu, karena sampai ujung waktupun aku tak akan pernah mau.
Tak usah juga kau jawab doa, karena sampai mulutmu berbusa aku tak akan pernah bisa.

Maka jika cinta itu buta, ingin aku tusuk kedua bola matamu dengan tombak kepedihan, agar kau tahu bagaimana pedihnya melihat orang yang kau cintai bahagia bersama orang lain.

Maka jika cinta itu murni, Ingin rasanya aku cemari kemurniannya dengan asam pengkhianatan, agar kau tahu bagaimana kecutnya dikhianati oleh harapan yang kau bawa sampai mati.

Maka jika cinta itu  perasaan, Ingin aku sayat hatimu dengan belati kehancuran, agar kau tahu bahwa walaupun suatu hari lukamu akan sembuh, tapi hatimu tak akan pernah kembali utuh.

Maka jika cinta itu harapan, ingin rasanya kuhapus tempatmu berjalan, agar kau tahu bagaimana rasanya harus berhenti berharap.

Selamat menempuh hidup baru.

Tak dapat dipungkiri, seringkali kita terjebak pada sebuah masalah klasik, memberikan cinta kita kepada orang yang salah.

Natuna, 30 Agustus 2013
Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
16 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
mhilal

Wedew, ada yang galau 😀 😀 😀

anarezky

speechless. xixixi

herv

Galau abis, tapi tetep jantan. Diksi sama rimanya juga juara.
Joss lah pokoknya.. (y)

elfarizi

Hari gini udah gak musim galau, ham. Sekarang musimnya :kontroversi hati” hehehe 😀

Ruri Alifia R.

Kak, ini nggak fiksi kan ya? .__. Dapet banget feel patah hatinya :mrgreen:

Ruri Alifia R.

Yah, emotnya nggak keluar-__-

Ruri Alifia R.

FAKTA! FAKTA! FAKTA! *udahlah kak ngaku ajaaa wkwkw

Ruri Alifia R.

Kakak mengalihkan pembicaraan ah gaasiik u,u

nourygagarin

🙁 cemburuuuuu

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
16
0
Beri Komentarx
()
x