Kebanyakan pria akan senang bila kosannya dikunjungi oleh perempuan, betul? Tapi tidak di Pentolers. Di kost ini kedatangan perempuan akan menjadi trigger aktifnya kegilaan, ke-tidak-warasan, serta ke-imbisil-an para penghuninya.

Ya, para penghuni kosan akan berubah dari orang yang sholeh, baik, pendiam, imut, menjadi autis dan tak tahu malu saat ada salah seorang penghuni lain yang membawa perempuan berkunjung ke kosan.

Hal itu pertama kali terjadi beberapa bulan yang lalu. Menjelang UAS semester satu, saya yang memang tidak begitu mengerti akuntansi mengajak salah seorang teman untuk belajar bersama.

Mari kita sebut saja gadis itu “Maman”. Saat itu saya dan Maman sedang berada di ruang tengah, mengerjakan soal-soal akuntansi, sementara Prima ada di kamarnya bersama Galih. Tiba-tiba mereka cekikikan.

Awalnya saya tidak mengerti apa yang mereka rencanakan, karena saya sedang serius belajar agar menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.

Coba tebak apa yang mereka lakukan? Mereka menyetel lagu kangen band dan kerispatih dengan volume maksimal. Plus, mereka kompak menyanyikannya dengan suara super fals. Ya, sungguh perbuatan yang mulia. Menyanyikan hits kangen band ketika ada yang sedang belajar.

Seketika itu juga saya jadi agak tidak enak kepada Maman. Pertama, saya takut dia muntaber mendengar musik itu. Kedua, saya nggak mau dia berpikir;  “apa Ilham juga setidakwaras mereka?”

Kejadian yang kedua terjadi sekitar sebulan yang lalu. Saat itu teman Galih yang bernama (Ah, saya lupa namanya) nyelonong masuk ke kosan. Sayang saat itu Prima tidak ada, hanya ada Galih, Saya dan seorang figuran yang kita sebut saja “Iqbal”. Karena tidak ada orang lain, saya terpaksa mengambil peran untuk menjadi orang imbisil.

Ketika Galih dan temannya yang namanya saya lupa itu sedang mengobrol, saya dan iqbal menyetel sebuah playlist, yang isinya:

  • Aku Bukan Pengemis Cinta – Jhonny Iskandar
  • SMS – Ria Amelia
  • Bandung Bergoyang – Barabangkong
  • dan lagu lagu penyebab migrain lainnya.

Semua itu diputar dengan volume maksimal tentunya, fufufufu.. Setelah itu saya dan Iqbal pun berjoget-joget di kamar, sambil menirukan suara vokal penyanyi dangdut idaman Iqbal.

Apa yang terjadi? Temannya galih yang saya lupa namanya terlihat ilfil lalu pulang dengan segera.

Kejadian yang ketiga. terjadi beberapa minggu yang lalu. Saat itu malam hari. Hadi pulang ke kosan dengan seorang temannya. Kebetulan saya, Galih dan Prima sedang mengobrol di kamar saya. Ketika kami bertiga melihat sosok lawan jenis berambut panjang itu lewat, kami lantas tersenyum, dan dengan segera kami menyalakan komputer dan menyetel playlist andalan kami.

lagu-lagu dangdut pilihan 2009

Kami pun bernyanyi sambil berjoget, dengan tujuan yang sangat explisit, mengganggu Hadi dan temannya itu.

Maafkan kami, ya Hadi.

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
2 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
egy

hahahahahahahahaha

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
2
0
Beri Komentarx
()
x