How to Backpacking Like an Idiot: Semacam Pembukaan

Satu pertanyaan awal. Menurut kalian, apa yang paling awal dipersiapkan dalam merencanakan sebuah perjalanan? uang? passport? kamera?

Yup, tepat. tentu saja Itinerary*.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan jadwal perjalanan kita nggak bentrok dengan agenda lain, misalkan meeting penting dengan klien atau deadline laporan yang harus disetorkan ke pak bos. Kita juga harus memastikan bahwa tanggal tersebut bisa kita ajukan untuk cuti. Betul?

Well.. I don’t do that. 

Sebagaimana kebanyakan backpacker kere di luar sana, saya mencari tiket promo sebagai jalan masuk untuk memulai perjalanan. Beberapa bulan sebelum keberangkatan, saya dan Alwi (kawan perjalanan) rajin mengamati situs maskapai Low Cost Carrier, mencari-cari tiket murah meriah, dengan rute yang masih belum pasti.

Kebetulan tiket yang saya dapat saat itu adalah tanggal 16 September 2014, dengan rute Singapura – Bangkok. Bagi kami ini menguntungkan, karena saat itu tempat kami bekerja bersebelahan dengan Singapura, jadi tidak harus mengeluarkan banyak biaya.

Dari tiket itulah kami mulai bisa menggambarkan rute perjalanan kami, kota-kota mana saja yang akan kami kunjungi, di mana saja kami akan menginap, serta rute kembali ke kota asal.

Setelah tiket didapat, barulah cuti dari kantor diurus. dan Alhamdulillah sampai titik ini lancar.

Semuanya tampak sempurna, Itinerary sudah dibuat, bekal sudah tersedia. barang bawaan sudah dipersiapkan, saya tinggal leha-leha dan menunggu hari keberangkatan.

Sampai ternyata, beberapa hari sebelum keberangkatan saya baru tahu bahwa saya harus bertugas ke jakarta sama tiga hari. Sialnya hari bertugas itu termasuk pada hari H ketika saya harusnya berada di Singapura. Jadwalnya bentrok sodara-sodara!

Jreng-jreng-jreng.

Segera setelah mendapatkan penugasan tersebut, setengah panik saya langsung mengontak Alwi. Karena tidak mungkin untuk menghindari pekerjaan ini, kami membuat penyesuaian. Dia memutuskan untuk menunggu di Changi Airport, sementara saya terpaksa membeli tiket pesawat lagi, yaitu Jakarta-Singapura. Penerbangan tersebut hanya selisih tiga jam dari jadwal keberangkatan pesawat ke Bangkok**. Saat itu saya hanya bisa berdoa bahwa pesawatnya nanti tiba tepat waktu,

Selama di Jakarta saya sama sekali tidak fokus, pokoknya yang penting semua pekerjaan selesai dengan cepat. Sekitar pukul duabelas siang, setelah memastikan semuanya selesai, saya pamit kepada kepala kantor dan langsung memesan taksi untuk berangkat ke Bandara Soetta***.

Setibanya di sana, saya setengah berlari menuju counter check in, dengan masih mengenakan kemeja kantor. Di sana saya mendapat kabar baik sekaligus buruk. kabar baiknya, saya masih sempat check-in karena pesawat delay, kabar buruknya, karena pesawat delay mungkin saya nggak akan sempat check-in di Changi Airport.

Dengan banyak membaca Basmallah, sayapun naik ke atas pesawat.

HTBLI #2: Jangan Print Tiket dan Boarding Pass Sendiri


*Itinerary: Jadwal Perjalanan
**dan nggak promo, duh…
***Idiot Plus: Jika anda berada di Jakarta, jangan kalkulasikan waktu keberangkatan dari tempat asal dengan potensi kemacetan Jakarta di jam makan siang.
Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

[…] HTBLI #1: Jangan Cek Jadwal Perjalanan/Pekerjaan Kalian […]

[…] Sebelumnya : HTBLI #1: Jangan Cek Jadwal Perjalanan/Pekerjaan Kalian […]

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x