halo halo…
kembali lagi bersama de pentolers.
setelah kejadian tadi siang (jumat), saya tiba-tiba mendapatkan impuls untuk kembali melanjutkan serial yang kacau ini..

cerita kali ini agak berbeda. jika biasanya saya menuliskan hal-hal konyol yang tidak bisa diambil nilai moralnya. kali ini saya akan menceritakan sesuatu yang (mudah-mudahan) bermanfaat bagi teman2 yang membaca (sekalian pembuktian bahwa di dalam diri penulis dan kawan2 masih ada sedikit kewrasan :P)
mudah2an tidak menyesatkan seperti notes2 sebelumnya. hehe..

oke, mari kita mulai..

alkisah, syahdan, once upon a time. tersebutlah seorang ibu tua pembuat gado-gado yang bernama (aduh.. saya ga tau namanya… kita sebut saja ibu maman.) ibu maman ini setiap hari berdagang di dekat kost de pentolers..

menurut informasi yang saya dapat, ibu itu telah berdagang gado-gado sejak dulu sekali. “dari mulai harganya 200, sampai sekarang harganya 4000..” katanya ketika ditanya.

selintas tentang ibu maman:

  • ibu maman sudah cukup tua.. katakanlah pertengahan 60 atau 65.. saya kurang tahu.
  • ibu maman sangatlah hebat, beberapa kali saya mendengar ibu itu berbicara dalam berbagai bahasa.. dari mulai sunda, jawa, padang, dan beberapa bahasa lainnya yang biasa digunakan oleh para mahasiswa.

Dari dulu, saya memang kadang2 membeli gado-gado disana, namun saya tidak pernah sengaja bercakap-cakap dengan ibu maman. paling hanya sekedar bertukar sapa dan bercanda.

namun tadi siang, ketika saya membeli gado-gado, saya bertemu dengan mas ocha.. jadilah kami berdua duduk disana sambil menunggu gado-gado selesai dibuat.

entah bagaimana awalnya.. mas ocha dan saya terlibat obrolan dengan ibu tersebut.. obrolan kami arahnya tak jelas, dari mulai kebiasaan anak kos yang sering ke warnet.. sampai pesanan katering.

lalu tiba-tiba mas ocha bertanya..
mo(mas ocha): “bu, kalau kosan disini ada berapa kamar ya?”

rupanya selain membuat gado-gado, ibu tersebut menyewakan kamar kost…

im(ibu maman): “disini cuma ada dua le..”
mo: ohh..
im: (langsung melanjutkan) “sebenernya, saya pengen bikin lagi, dijadiin dua lantai.. tapi berhubung anak saya kepengen motor, jadinya saya kasiin aja duitnya ke anak saya.”

saya melirik motor yang terparkir disitu, buseeet.. motornya sejenis MOGE, semacam Ninja ato CBR lah… saya memang sering melihat motor itu, tapi saya kira yang punya motor itu anak kosan, ga taunya… ternyata punya ibu maman.

mo: “wah? memang harganya berapa bu?”
im: “kalo yang item itu 48 juta, kalo yang merah 33 juta..”

GUBRAAAAKKKK… saya terkejut, seriusnya. saya sama sekali ga nyangka ibu itu punya 2 motor seharga puluhan juta dari hasil jualan gado-gado..

mo: “mahal juga ya bu?”
im: “iya sih le, tapi ibu kasian ma anak ibu, dulu waktu kecil ibu ga sempet kasih mereka apa-apa, sepeda aja ga punya.. jadi sekarang ibu pengen ngebahagiain mereka.. jadi ibu nabung sedikit2. alhamdulillah bisa kebeli dua motor buat anak-anak..”

Masya Alloh… saya terharu mendengarnya. saya tak menyangka sebegitu besarnya perhatiannya ibu maman terhadap anak2nya.

setelah itu ibu maman mulai meceritakan masa mudanya, saat anak pertamanya masih dua tahun, dan anak keduanya masih di dalam kandungan. dia merantau seorang diri, untuk menghidupi anak2nya.. bagaimana dulu dia sangat miskin, mulai menjual gado2.. dan sampai bisa seperti sekarang..

im: (sambil mengulek bumbu gado-gado): “sekarang ibu punya 2 rumah di jakarta, terus kemaren ibu baru beli tanah 500m2 di jawa, dan ibu buat rumah disana, dari kayu jati semua..”

mo: “waah.. hebat ya bu, rahasianya apa bu, bisa sukses gini?”

im: “rajin-rajin menabung, kalau punya uang jangan dipake foya-foya.. masa muda itu harus dipake buat kerja keras.. nanti kalo udah tua, tinggal nikmatin, kayak ibu..” katanya sambil tersenyum bangga.

saya hanya bisa takjub.. benar2 speechless..
inilah kawan2. yang menurut saya pejuang sejati.
ditempa kelamnya hidup dan derasnya pengalaman. 15 menit mengobrol dengan ibu maman bagi saya lebih berharga daripada kuliah manajemen bisnis selama 1 semester..

pesannya singkat, namun sangat dahsyat..
pesannya itu telah dibuktikan oleh darah dan keringatnya sendiri.. ckckckck.

setelah mendengar *pencerahan* dari ibu maman.. saya jadi ingin mulai menabung..
siapa tau 5 tahun lagi bisa naik haji..
hahaha…
nothing impossible! iya kan bu!

yu ah

wassalam.

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x