Keganjilanpun terus berlanjut. Ini ceritanya masih fresh, baru terjadi tadi malam.

Tapi sebelum ceritanya dimulai, saya harus memperkenalkan seseorang yang saya kultuskan menjadi anak Pentolers, walaupun yang bersangkutan tidak kost disana. Tapi memang hampir tiap hari berkunjung. orang tersebut adalah aktor utama ke-autisan cerita kali ini.

MAS MOCHAMAD RAMDANI

Perlu saya luruskan terlebih dahulu. Tulisan “Mas” di namanya bukan panggilan sayang suku jawa, tetapi memang namanya mengandung unsur “Mas”. Mungkin orangtuanya berharap bahwa mas akan kinclong seperti emas.. dan memang terbukti, walaupun dengan cara yang agak berbeda.

Perjaka yang satu ini sangat terobsesi dipanggil dengan sebutan “Mas Ocha”, entah kenapa. Mungkin karena nama tersebut terdengar cute? Silakan tanyakan sendiri kepada yang bersangkutan.

Mas Ocha berasal dari Bandung juga. Dia adalah senior Prima kala masih sekolah di SMAN 4 Bandung. dan katanya dulu dia adalah ketua rohis disana.

Mas Ocha adalah orang yang sangat saya hormati. Tampan, religius, ramah, dan ilmu agamanya sudah tidak perlu kita sangsikan.

Mas adalah orang yang mudah dikenali. Dia juga mempunyai ingatan yang sangat bagus tentang nama-nama orang yang baru dikenalnya. Menyebabkan jika kita berjalan-jalan dengannya, setiap ada orang lewat, Mas Ocha pasti menyapanya.

Pokoknya, Mas Ocha adalah orang normal dan tidak mengalami gangguan mental seperti kami berempat, seharusnya.

Itu anggapan saya dulu, sekarang?

Untuk lebih jelasnya, simak cerita saya mengenai tragedi tadi malam.

tadi malam kami berlima pergi untuk makan malam di WS (Waroeng Steak) Sektor 1. Berhubung Prima baru mendapatkan rezeki, dan dia berjanji untuk memberikan subsidi bagi kami. Selepas Isya, Prima, Galih dan Mas Ocha pergi naik kendaraan mewah dengan supir pribadi (baca: angkot) ke Sektor 1. Sementara karena Hadi berniat untuk pulang ke Ciganjur, dia pergi naik motor bersama saya.

Tidak ada yang menarik selama di perjalanan, jadi ceritanya saya skip sampai kita semua berkumpul di WS.

Di sana, kami semua duduk di bagian dalam. Di depan meja kami ada seorang ibu-ibu etnis tionghoa dan anaknya. Di samping kami ada sepasang muda-mudi yang sedang bermalam sabtuan dengan asyik. sementara di belakang kami, duduk empat orang gadis yang nantinya akan menjadi bagian dari cerita.

Tak lama berselang, makanan kami pun datang. Saat itu, kelakuan autis Hadi mulai keluar. Tahukah kalian teman-teman, apa yang dia lakukan??

Dia nyengir, lalu dengan segala ke-cuek-dan-tidak-tahu-malu-annya Hadi mengeluarkan tomat dari dalam sakunya, iya, tomat. Tomat yang entah dari mana dia bawa. Dia meletakannya di atas piring yang berisi tenderloin dan mulai memotong-motong tomat itu dengan pisau daging.

Saya dan yang lain termenung, sudah separah itukah gangguan mental Hadi?

Saya melihat ke sekeliling, khawatir ada yang melihat dan menelepon RSJ, tapi untunglah semuanya sedang sibuk makan.

Setelah itu kami pun makan sambil mengobrol, dengan bahasa sunda tentunya. Tujuannya sudah pasti agar tidak ada yang mengerti obrolan geje kami.

Setengah jam berlalu, saat itu yang tersisa hanya tinggal minuman. Milkshake strawberry milik Mas Ocha dan cappuccino milik saya. Saya minum dengan santai, sambil memeperhatikan 4 orang gadis yang duduk tepat membelakangi Mas Ocha. Salah satu dari gadis itu terlihat sedang menelepon.

Saya melirik Mas Ocha, ya Tuhan, dia tersenyum! Ini pertanda buruk.

Benar saja. Tak lama kemudian Mas Ocha menyeruput milkshakenya dengan sangat biadab. Menimbulkan suara yang sangat memekakkan telinga.

SRRROOOOOOTTTTTTTTTTTTT.

Keempat gadis itu, terutama yang sedang menelpon, langsung melirik ke arah kami. Kami tentu saja pura-pura tidak tahu.

Brselang beberapa detik, Mas Ocha kembali melakukan kegiatan biadabnya tadi.

SRRRROOOOOOOTTTTTTTTT, kali ini lebih keras.

keempat gadis itu menengok ilfeel kepada kami. Ckckckckck, gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Kamipun hanya bisa cekikikan.

setelah puas cekikikan.. kamipun berniat pulang.. sambil berdiri, untuk terakhir kalinya mas ocha menyeruput milkshakenya.. tapi kali ini dia tidak sendiri, karena saya juga tergoda untuk melakukan hal biadab tersebut.. jadilah suara SROT terakhir itu dua kali lebih keras… kali ini menyebabkan semua orang yang ada disana melirik kami dengan penuh nafsu. Ya Tuhan.. ampunilah hamba-hambamu ini..

setelah itu, hadi pulang ke ciganjur. naik motor. dengan diiringi doa dan sholawat oleh kami semua. Dan kami berempat memutuskan untuk singgah dulu di gramedia sebelum pulang.. entah untuk apa, saya lupa. dan kamipun naik angkot, jurusan jagung-gintung. mas duduk di depan, galih dan prima duduk di dekat pintu, dan saya duduk di dalam..

di depan, mas dengan PD nya sedang bercakap2 cakap dengan seorang ibu.

“maaf bu, boleh duduk di sini?”
“oh iya silahkan.. tumben, biasanya anak muda ga mau duduk dengan ibu2..”
“ah… engga juga ko bu..”

lalu mas ocha mengobrol sangat mesra dengan ibu itu.. selang beberapa saat

“mau turun dimana bu?”
“ah, ibu sih turun di perempatan sana..”
“ohh… mau ngapain bu” (mau tau aja nih si mas…)
“biasa de… ngambil setoran!”

jedeeeerrr!!!! mas sangat kaget.. ternyata yang dari tadi dia ajak ngobrol adalah…. ehehehehe.. apa mas? saya ga enak nyebutnya disini. kita sebut saja pekerjaan ibu itu adalah xxx mas pun terlihat shock.

sementara itu di belakang…

untuk beberapa saat, saya tidak sadar siapa yang duduk di sebelah saya.. tapi setelah melihat galih dan prima nyengir2 mirip kuda, sayapun melirik ke samping.

MASYA ALLOH… Dahsyat nian ciptaan-MU!!! saya hanya bisa berdecak kagum..

di samping saya duduk seonggok makhluk manis sejenis bidadari yang memakai seragam, yang saya tebak, mungkin SMA…

galih dan prima tersenyum.. seakan menantang. “ayooo haaammm… kamu laki2 bukan??!!” sayapun bimbang.. bukan karena malu. tapi karena melihat wajah makhluk manis itu murung.. saya jadi ga enak. tapi tak lama kemudian, kebetulan ada sorang bapak2 yang naik ke angkot, dan saat masuk, kepalanya kejeduk pintu..

“aduh…”

sayapun tidak bisa menahan tawa, dan ketika saya melirik gadis itu, ya ampun! dia sekarang tersenyum! ahhh… seandainya kalian ada disana, dan melihat senyumnya.. luar biasa!

kesempatan! pikir saya… tanpa membuang2 waktu. saya mengambil handphone saya, membuka sms dan mengetik..

“MAAF MBA, BOLEH KENALAN NGGA…”

niat saya adalah memeperlihatkan sms itu pada si gadis.. tapi ketika tangan saya bergerak ke arah si gadis.. entah siapa diantara kami yang tidak tahu situasi berteriak

“KIRRIIIIIII BAAAAANGGGG..!”

apa? ah sialan… kenapa udah nyampe lagi, saya pun terpaksa megikuti arus penumpang dan turun.. diluar, saya melihat ke dalam angkot..

duh… ternyata dia ga ikut turun. arggghhhhh…. sial…. hilang sudah kesempatan untuk saya untuk berkenalan.

Oh bidadari angkot D 09… akankah kita bersua kembali??

nasiiibbb nasiiibb

T.T

di gramed.. saya masih murung… karena tidak sempat berkenalan. saya hanya duduk di sofa sambil membaca buku yang judulnya… itu loh.. kiamat tahun 2012..

ketika saya meletakan buku itu kembali, ternyata saya hanya sendirian, anak-anak yang lain entah kemana.. oh, itu prima, sedang di bagian sastra indonesia, mencari buku ws. rendra. orangnya udah mati, baru dicari bukunya prim…

saya lalu berjalan2 tanpa tujuan. ah, itu ada galih dan mas ocha.

…………

ya ampuunnn… tahukah kalian, apa yang mereka lakukan?

menggoda SPG.. sungguh sungguh pekerjaan mulia… dan yang lebih hebat, SPG tersebut tidak terlihat terganggu.. dia hanya tersenyum2 saja meladeni bocah2 kurang kerjaan itu.

saya hanya bisa menggeleng2kan kepala.. tenyata mas ocha pun satu jenis dengan kami semua, menderita gangguan jiwa

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
1 Comment
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

[…] puisi itu nampaknya saya buat secara tidak sadar setelah insiden dengan teteh di angkot. *baca chronicles de pentolers JJGJ1* […]

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
1
0
Beri Komentarx
()
x