Mari menyepi, menghindari bingar manusia yang silih berganti. Menjauhi ingar suara yang keluar tanpa henti.

Mari bersembunyi, mengingkari gundah yang tak jua berubah, menyerah pada rasa pasrah.

Mari mengurung diri, dari rasa sakit yang mencabik hati, dari prasangka yang merusak jiwa.

Aku tak lagi mau peduli akan kau yang tak jua mau mengerti.

Aku tak lagi mau bersedih karena ucapan takdir yang kau bilang pedih.

Aku tak lagi mau berkata sama, berucap serupa, tanpa ada hasil berbeda.

Sekarang mari kita pergi, selagi kita masih berupa diri sendiri, selagi rasa itu belum menjadi hakiki.

Mari kita menyepi.

Natuna, 24 Desember 2014

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
5 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
jan

Mari kita menyepi
dari kebusukan isi dunia ini

ana

kak, kok sekarang gk pernah post cerpen lagi sih?

ana

iya kak, aku tunggu deh. Suka bgt nih sama cerpen2 kakak.. Oh iya, kakak tuh dah pernah bikin novel kah?

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
5
0
Beri Komentarx
()
x