Untukmu.

Sadarkah kau, berbulan-bulan telah berlalu dari saat kita sering berbicara, saling mendengar dan berbasa-basi lewat lantunan kata. Meski hanya melalui suara yang terdispersi di udara dan merambat melalui gelombang yang tak nyata, meski hanya bayangan tanpa rupa, dan angan tanpa kenyataan.

saat itu kita tak pernah membicarakan duka, hanya tawa dan canda yang kita bagi bersama. Walaupun kadang kita berdua terdiam saat telah habis suara, atau ketika kesadaran mulai memudar menjadi mimpi, setidaknya kita tersenyum puas.

Yah, kadang kita memang terlena pada sesuatu yang hampa, hal maya yang sejenak membawa kita terbang dari realita

walaupun sekarang masa itu telah tiada, namun ingatan telah menorehkan tanda. Aku senang sauh kita pernah berpapasan, entah denganmu..

untukmu,
masihkah booklet pemberianku kau simpan selalu?

Bintaro, 12 November 2010
for my used-to-be-midnight-phone friend
Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
uny

bookletnya masih aku simpen kok ham 🙂
itu salah satu hal yg buat aku terharu bgt bgt bgt..
makasih yaa..

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x