Pasir berdebu.. tersapu ombak yang menderu, menggebu. Semilir angin bertiup lembut, berusaha untuk membalut jiwa yang sedang kalut. Aku sedang duduk di tepinya.. membelai desirnya, merasakan sentuhannya.

Sebuah perasaan rindu tiba-tiba datang bertamu, merayu.. dari indahnya laut kulihat sorot matamu, dari merdunya bisikan ombak kudengar suaramu, dan dari lembutnya pasir pantai kurasakan sentuhanmu.

jahanam..

kata itu yang pertama kali bisa kupikirkan. kata yang sepenuh hati kutahan untuk kuteriakkan. kata yang tak pantas kuutarakan. Kata yang terlalu kasar untuk didengarkan, tapi terlalu lembut jika digunakan untuk memakimu..

Aku tak lagi mengerti mengapa aku masih bisa bermimpi.. masih berharap pada satu kesadaran fiktif dihatimu, kegilaan yang masih tersisa dijiwamu. beling kejanggalan yang mungkin tertanam di dalam anganmu. bahwa kau salah mengerti, bahwa kau salah mengartikan semua ini. bahwa takdir hanya mempermainkan kita selama ini..

Aku menyerah..

Aku tak tahu bagaimana cara untuk mengurai substansi fantasi kehadiranmu dari dalam benakku.

Jadi aku hanya bisa menuliskan semua kenangan tentang kita dalam goresan tipis di atas pasir, berharap air pasang menyapunya, dan membawanya pergi. selamanya.

Pulau Tidung, 8 Juli 2011
Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x