Malem jumat guys.. daripada ngobrolin yang serem-serem, ayo kita meracau sedikit. 🙂

Dulu kayaknya saya pernah denger, kalau di dunia ini “sepertinya” ada beberapa orang pilihan yang hidupnya tuh kita lihat lancaaaaaaaar terus. Seakan-akan nasib selalu berpihak sama dia. Doi seakan-akan selalu dilindungi dari pilihan-pilihan salah selama hidupnya.

 

Kadang kepikiran juga sih. Gimana ya rasanya kalau kita bisa tahu hasil dari pilihan yang akan kita ambil, bahkan sebelum kita memilih? Kita bisa langsung balik kanan dan milih jalan lain saat tahu bahwa jalan itu gak akan bikin kita bahagia. Kita bisa seketika tahu bahwa kita akan nyesel saat ngambil sebuah keputusan.

Tapi kemudian saya mikir lagi..

Ah, terus apa menariknya hidup kalau kayak gitu? Ibarat sebuah permainan, orang-orang yang hidupnya selalu lancar mungkin hanya diberikan tingkat kesulitan “easy” pada saat dibuat oleh Tuhan. Sementara orang-orang yang seluruh hidupnya berisi penuh kesulitan dan perjuangan sepertinya ditantang untuk menyelesaikan hidup dengan tingkat kesulitan “Extreme” oleh Tuhan.

Saya sendiri gak bisa mengklasifikasikan hidup saya sebagai “easy”, tapi ya saya juga gak berani bilang kalau hidup saya “extreme”. Ada di tengah-tengah kali ya.

Saya sering gagal, tapi gak jarang juga berhasil dalam sekali coba. Saya sering bersyukur atas pilihan yang saya ambil, tapi tak jarang juga menyesal. Ya, gak beda jauh sama temen-temen semua, tipikal “orang kebanyakan” 🙂

Dengan segala kemudahan yang diberikan oleh Tuhan, saya masih aja sering mengeluh, kecewa, down, galau, dll. Tapi semakin kesini saya semakin sadar. Saya harusnya bersyukur atas semua kesalahan dan kegagalan yang pernah saya buat. Semuanya sangat bermanfaat.

Saya sadar, semakin banyak hal itu terjadi, semakin banyak juga pengalaman yang saya dapat.Semuanya terakumulasi di dalam otak, direkam, dan dijadikan bahan pelajaran.

Sering membuat kesalahan membuat saya semakin tahu mana yang benar dan mana yang salah. Membuat saya tidak asal berbicara dan sembarangan mengomentari sebuah topik yang tak saya ketahui.

Sering gagal membuat saya paham kalau manusia memang sudah seharusnya melambung lebih tinggi jika dibanting ke tanah dengan lebih keras. Membuat mental saya terbiasa dengan penolakan, toh jika tak berhasil hari ini, selalu ada esok hari bukan? 🙂

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
tkharisma

Kata seseorang, “Life begins at the end of your comfort zone.”
-dan terima kasih, akhirnya RSS feed 2013 ada notifikasi lagi… *tahun sepi blog*

ichyfitri

kalo kata nyokap, eyang gw selalu bilang, “lebih baik kita minta dicukupkan rezekinya, untuk rezeki apapun”

jadi bersyukur terus. 🙂

dikasih cobaan dan kemudahan silih berganti. Hehe

kangyaannn

siph gan dari pengalamanlah kita banyak belajar….

Ely Meyer

Kata orang pengalaman adalah guru yang terbaik ya

Evan

Setuju dengan kalimat “orang-orang yang hidupnya selalu lancar mungkin hanya diberikan tingkat kesulitan “easy” pada saat dibuat oleh Tuhan” mesiki kadang iri juga dengan orang yang seperti itu, hehhee.. Tapi mungkin dengan seringnya gagal, jadi ada cerita buat anak cucu kalo hidup kita gak datar2 doang, hahaha.. Semangat!!

Mohamad Prima Andika

Easy atau Extreme itu tergantung kali ya cuy, ada org yg hidupnya penuh ke-extreme-an eh tapi menurut dia hidupnya itu easy n enjoy, so apapun yang kita terima yakinkan aja kalo itu yang terbaik, dan yang paling pantas kita dapatkan 🙂

abi wardani

Mantabb 😀

whysooserious

dibuat tidak mudah agar kita lebih menghargainya 🙂

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x