Masih terasa ada sejumput rasa di dalam dada. Bukan amarah, bukan sanggah, bukan pula buruk sangka, hanya kecewa.

Tak ada selain kita yang patut dipersalahkan.

Kita yang telah dengan sukarela membungkus asa dan ragu dalam satu ikatan, mencampuradukan hal yang seharusnya dipisahkan. Kita menyeretnya dengan penuh kesombongan, berharap akan tiba masa saat keduanya bisa beriringan.

Dari awal kita bertaruh pada bilangan yang tak utuh, tertatih meniti temali tanpa berharap pernah merasakan jatuh.

nyatanya kita gagal.

merintih perih dan bersedih.

kita terperosok dalam lingkaran takdir yang seolah mengolok-olok.

Saat aku masih mencoba kembali berdiri, kau ternyata telah memilih untuk berlari.

Di persimpangan kita memulai untuk mengakhiri semuanya.

Memutuskan untuk kembali menapaki jalan sendiri-sendiri.

***

Dalam dunia yang tak sempurna, semua orang pernah terluka. masing-masing membawa cacatnya saat bertemu. menunjukannya selagi bersama. kadang bisa dimaklumi, kadang tidak. kadang terus berjalan bersama,

kadang tidak

Tanjungpinang, 20 Mei 2015
Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
6 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
dani

Sedih sekali Mas Ilham puisinya.

orang awam

yang muncul dipikiran saya malah videoclip ‘see you again’ hehe…

arip

Andai jarum bisa dihalang dan diputar ulang, nyatanya mustahil.

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
6
0
Beri Komentarx
()
x