Kurengkuh pilu yang menumpuk di kalbu.. lalu kuhitung satu per satu..

Kupandangi beku dalam hati, buah kesendirian abadi yang tak jua pergi.

Kau disana, berdiri dekat dalam angan.

dalam belantara duka kau tercipta, mengguyur kemarau rindu satu dasawarsa. kepada gurun nestapa kau terbawa, mengalirkan oasis dalam canda tan tawa.

kau memutuskan untuk menepi.. menambatkan perahu dari samudera sepi.

kau siuk piluku, satu demi satu..

kau terawang beku hatiku.. membuatnya meleleh dalam hitungan waktu.

walau sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah..

namun cukuplah bagiku.

untuk seorang teman yang baru saja menemukan sang puteri.. treat her gently, bro.

 – Bintaro, 17 Maret 2011

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x