1. Sense (Completed)

sampul buku edisi 10 tahun

Blurb:

you seek a class
which its side full of glass
you might want to hold your breath
under the sign of death

Quatrain misterius itu tertulis dalam sebuah buku di perpustakaan sekolah Angga dan Vetra. Sebuah quatrain yang membuat mereka terlibat dalam pencarian harta karun tersembunyi peninggalan Belanda.

Tanpa pernah disangka, mereka justru terjebak dalam dunia spionase, konflik berdarah, serta konspirasi global. Berbekal kemampuan esper yang mereka miliki, mampukah Angga dan Vetra memecahkan semua teka-teki sekaligus menyelamatkan diri?

Sense merupakan serial mingguan yang diterbitkan di blog saya sepanjang tahun 2010-2011. Serial ini menceritakan tentang sepasang remaja SMA bernama Angga dan Vetra yang memiliki kemampuan extrasensory perception. Sense diterbitkan secara oleh Minima Press. Lima bab awal dapat dibaca secara gratis.

2. Source (Ongoing)

Beberapa bulan setelah insiden di BCT, Vetra disibukkan dengan rencana kepergiannya ke luar negeri, serta kedatangan Mark, seorang pria dari masa lalunya.

Sementara itu kekuatan esper milik Angga mulai tak terkendali. Selain itu dia juga kerap dihantui oleh sesosok pria misterius yang muncul di dalam mimpi-mimpinya.

Di seberang lautan sana, sebuah kejadian besar akan segera terjadi. Kejadian yang secara misterius terpilin dengan takdir Angga dan Vetra.

Source merupakan sekuel dari Sense yang diterbitkan mingguan di blog pada tahun 2011, namun baru sempat dilanjutkan pada tahun 2021 ini. Source dapat dibaca secara gratis. Namun setiap bab yang telah diunggah adalah draf pertama yang tidak lepas dari salah ketik dan kemungkinan adanya perubahan-perubahan di kemudian hari.

3. A Tribute to Junji Ito: Short Story Horror Anthology (Ongoing)

sumber: Uzumaki (1998)

Bagi saya, tak ada sosok yang lebih baik untuk diidolakan dalam hal membuat manga menyeramkan selain Junji Ito. Gambar, narasi, perspektif, dan tipe horor yang disajikan sungguh khas. Tak banyak mangaka lain yang mengambil tema cosmic horror dalam karya-karya mereka sesering Junji Ito, lebih sedikit lagi yang bisa mengeksekusi dan mengadaptasi kisah-kisah tersebut dengan sukses.

Kumpulan kisah ini adalah sebuah penghormatan, bagaimana saya semampunya menggambarkan ‘gaya’ bercerita Junji Ito dalam bentuk narasi dan cerita pendek, bukan gambar-gambar. Saya yakin ini jauh dari sempurna, tapi setidaknya, mudah-mudahan ada satu atau dua kisah yang bisa dinikmati.

  1. Bayangan di Dalam Cermin (2020)
  2. Perut yang Berbisik (2020)
  3. Rumah Pesirkus (2020)
  4. Getihwesi (2021)
Bagikan