Kita tak pernah tau, terkadang ingatan itu datang tanpa diundang. menyeruak dari dalam bayang-bayang, menerobos sebuah ruang dalam angan. terkadang semuanya begitu manis sampai kita tersenyum sendiri. tapi tak jarang juga itu semua membuat kita meringis sampai ingin menangis.

dan malam itu semua terjadi.

Sebuah fragmen kenangan membuat riak di dalam hati. menyesakkan sanubari.

saat tatap mata ini membaca kembali baris demi barisnya, sedikit demi sedikit meresapi kembali setiap paragrafnya. mencoba untuk memahami maksud dari penulisnya, oh Tuhan.. betapa terlambatnya ini semua.

Tulisan itu adalah sebuah bukti nyata betapa sebuah keegoisan dapat begitu melukai perasaan, betapa kata-kata dapat menorehkan luka yang dalam. betapa kesombongan dan keangkuhan adalah sifat manusia yang paling menghancurkan.

Ya.. aku memang masih muda pada saat itu. masih berada pada tingkat ketidakstabilan emosi yang tinggi. masih anak ingusan yang tak mau merasa sakit hati. yang aku pikirkan hanyalah bagaimana cara untuk melindungi hatiku dari perasaan luka. Hanya itu..

Baru sekarang kusadari betapa dialah yang terluka dia pada saat itu. dan betapa angkuhnya aku yang tak pernah meminta maaf dengan benar.

Bintaro, 5 November 2010
Saat melihat email bertanggal 25 Juli 2008

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
lin

jd inget 3 agustus 2008,,

lin

jadi ingt 3 agustus 2008..

rin

jadi ingt 3 agustus 2008

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x