Bioskop

Aku melihat kita..

Kali ini dalam putaran bisu seluloid yang berpendar. Bercahaya muram di layar kusam. Memunculkan frame demi frame kisah kita dalam balutan warna technicolor yang mulai buram.

Aku duduk disana, seperti biasa. Baris kelima dari atas, bangku nomor duabelas. Tanganku menggenggam dua buah tiket kertas. Monoton, Aku mencoba menonton bersama sebungkus pop corn.

Ah! Itu kita..

Betapa kita masih belia dan belum dewasa. Betapa kita nyaman berjalan dalam senyuman. Betapa kita gembira berbicara dalam gelak tawa. Betapa kita hidup bahagia dalam bersama.

Aku tersipu.. Merasa malu. Dalam gambar itu hanya ada kita berdua, suka cita

Dan saat ini adalah aku yang duduk di bangku itu,yang datang secara rutin untuk menontonnya, menikmatinya, mengenangnya..

Tapi seperti biasanya, hanya aku sendirian disini, kau tak pernah datang menonton.

Bintaro, 21 September 2011

Muhammad=Mike?

Hola hola, mumpung kejadiannya masih fresh from the oven, saya mau cerita nih.

Jadi gini, tadi pagi saya dan seorang sahabat lama yang namanya Sri main ke BSM. kita berdua rencananya mau nonton ke bioskop, soalnya saya baru dapet free pass buat nonton berdua di XXI BSM.

Continue reading “Muhammad=Mike?”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi