Cangkir

 

Memandangi sebuah cangkir biru,

Cangkir yang sekarang berwarna kelabu dan berdebu.
Cangkir yang dulu kau berikan kepadaku.
Cangkir plastik dengan pegangan cantik.

“Aquarius,” katamu.

“Simpan selalu, agar kau ingat padaku,” katamu lagi.

Ah, seandainya dulu aku yang boleh memilih.

Bolehkah kupilih hatimu saja daripada cangkir itu?

Memang warnanya merah jambu, sama sekali bukan seleraku.
Memang bahannya bukan dari plastik, akan retak jika tak kujaga dengan baik.
Memang tak memiliki pegangan cantik, sehingga sangat mudah untuk terbalik

Tapi toh itu mauku.
agar kau tak beranjak pergi, agar kau tetap disini.

tapi ternyata kau lebih memilih untuk memberikan cangkir itu,

daripada hatimu.

Bintaro, 3 April 2011

error: maaf, konten web ini telah dilindungi