Rumah Pesirkus

“Yakin rumahnya yang ini?” tanya Sisca. Danu mengangguk singkat, sambil memarkirkan mobilnya di halaman depan. Setelah mematikan mesin dia keluar dari dalam mobil, lalu melihat ke sekeliling. Rumah itu tampak berantakan. Ilalang tumbuh subur di setiap sudut taman. Debu dan sampah menumpuk di sana sini.

“Seingatku dulu rumahnya tak sebobrok ini,” gumam Danu. Dia merasa udara di sekitarnya berat karena bau apek yang menyeruak dari dalam rumah. “Kamu nyium bau apek, ga?”

“Kayaknya dari dalam rumah. Kapan terakhir kali rumah ini ditempati?” jawab Sisca sambil menutup hidung.

“Paman meninggal lima tahun yang lalu. Sejak itu rumah ini nggak pernah ditempati lagi.”

Continue reading “Rumah Pesirkus”

Perut yang Berbisik

Suatu malam, seorang wanita mendatangi klinik dokter Gerry. Wanita itu mengeluhkan bahwa perutnya belakangan ini sering berbisik dan menyuruhnya untuk makan berbagai benda.

Wanita itu mengenakan daster abu-abu bergaris. Menurutku dia cukup cantik. Usianya sekitar dua puluh lima tahun. Kulitnya putih, tapi cenderung pucat.

Continue reading “Perut yang Berbisik”

Bersih-bersih

Aku tak pernah membiarkan pacarku membersihkan rumah. Aku takut.

Jika dia dibiarkan bersih-bersih, dia selalu berteriak dan memaki, mengeluhkan bagaimana bisa rumah kami sebegitu kotor dan menjijikannya. Padahal dia sendiri yang selalu membuat rumah kami berantakan.

Dia juga suka melotot dan memukulku kalau aku kedapatan membuang abu atau puntung rokok sembarangan.

Seperti saat ini, aku sangat ketakutan.

Pacarku berdiri di sampingku, kepalanya agak tertunduk, matanya membelalak memelototiku yang sedang mengepel lantai.

“Maaf, maaf, aku akan segera membersihkannya, sayang. Kamu jangan marah.” Gumamku berkali-kali sambil menyeka cairan kental di lantai keramik dengan lap pel.

Tapi genangan darah di lantai yang muncrat keluar dari leher pacarku tak juga bisa dibersihkan.

Lampung, 16 Agustus 2020

Foto Sampul: pan xiaozhen on Unsplash

Menghitung Hari

Kisah Eksperimental kedua yang saya buat bersama dengan Noury. Dalam kisah ini kami mencoba menceritakan sebuah ide hanya dengan medium kalender dan post-it yang sering ditemukan di atas meja pekerja kantoran. Ide yang coba disampaikan memang sangat sederhana. Permasalahannya apakah kami sebagai pencerita berhasil menyampaikan ide itu atau tidak.

Kartu Nama

Ini adalah salah satu contoh Kisah Eksperimental yang saya buat bersama dengan Noury. Seperti yang telah dibahas dalam postingan sebelumnya, medium bercerita visual seperti ini menimbulkan berbagai persepsi dan kemungkinan. Detail-detail dalam kartu nama dalam kisah di atas jika dilihat dengan konteks yang berbeda, akan menghasilkan interpretasi dan pengalaman membaca yang berbeda-beda pula.

Continue reading “Kartu Nama”

#5 – Medium Bercerita

Tahun 1994, seminggu sebelum perayaan natal, tiga pria asal Prancis bernama  Eliette Brunel-Deschamps, Christian Hillaire, and Jean-Marie Chauvet, berpetualang di sepanjang sungai Ard├Ęche, yang terletak bagian selatan Prancis. Mereka berniat untuk menjelajah ke dalam sebuah lubang kecil yang oleh penduduk lokal diberi nama Trou de Baba.

Ketiganya adalah Speolologist, peneliti dan penjelajah gua profesional.

Continue reading “#5 – Medium Bercerita”

Pena Penggambar Senyuman

Pagi itu, Maya tak dapat menemukan pena penggambar senyuman miliknya. Awalnya dia pikir benda itu terjatuh dari wastafel, tapi tak ada apapun di lantai kamar mandi. Setengah jam berikutnya dia habiskan untuk mencari-cari pena itu di seluruh bagian kamar tidurnya, sampai dia menyadari bahwa dirinya sudah hampir terlambat untuk mengejar kereta pagi.

Continue reading “Pena Penggambar Senyuman”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi