#24 – Pilihan

11 November 2020, kala sedang menumpang kapal yang tengah menyebrangi Selat Sunda, ponsel saya tiba-tiba bergetar. Saya yang sedang duduk bersantai di dek atas, beringsut ke sisi kapal, menyingkir dari keriuhan canda dan obrolan penumpang lain.

Ada pesan masuk dari seorang kawan seangkatan. Isinya lugas, menawarkan kesempatan untuk ikut seleksi tertutup sebuah tim (kita sebut tim A). “Supaya bisa kembali ke Jakarta bareng keluarga,” ajak kawan saya itu.

Continue reading “#24 – Pilihan”

#8 – Ambivalensi Pandemi

Bagi kehidupan saya pribadi, pandemi ini membuat perasaan dan pengalaman yang campur aduk.

Ada perasaan khawatir karena penularan virus yang bisa datang dari mana saja dan siapa saja di sekitar saya. Tapi ada juga perasaan lega karena sejauh ini di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja tidak ada kasus positif yang terkonfirmasi.

Continue reading “#8 – Ambivalensi Pandemi”

#4 – Sudut Pandang

Kita terkadang terjebak dalam paradigma gelas setengah kosong atau setengah isi. Membagi manusia ke dalam dua kotak; si pesimis yang harus berubah dan si optimis yang harus mengubah.

Padahal mungkin tidak seperti itu. Pandangan kita terhadap hidup (atau suatu masalah) sangat tergantung dengan berbagai macam faktor, seperti usia, keluarga, pendidikan, dan pengalaman.

Continue reading “#4 – Sudut Pandang”

Suatu Kala di Teluk Buton

Ingatan manusia adalah hal yang mengagumkan. Terkadang saat kita menyaksikan suatu hal yang luar biasa, kita berjanji dalam hati bahwa kita tak akan pernah melupakan hal tersebut. Namun toh kita lupa juga.

Hingga suatu hari, tiba-tiba memori tentang hal tersebut muncul, membuncah tak terbendung bak erupsi gunung berapi yang kita kira telah mati.

Kitapun hanya bisa menggerutu,

kampret, bisa-bisanya hal sekeren ini gue lupain..

Ingatan tentang cerita ini adalah salah satu contohnya.

Continue reading “Suatu Kala di Teluk Buton”