#9 – Rintik Kibor di Malam Hari

Dahulu kala, seorang Sufi pernah diminta oleh Sultan Persia untuk membuat sebuah kutipan bijak yang bisa mencakup seluruh aspek dari kehidupan. Sebuah Maha-kutipan yang bisa dan cocok untuk digunakan dalam setiap situasi.

Sufi itu berpikir cukup lama, kemudian berkata; “īn nīz bogzarad.”

Kutipan itu kemudian pada abad ke 19 dibawa ke dunia modern oleh pujangga Edward FitzGerald, (juga Abraham Lincoln) dan hingga saat ini populer. Kutipan itu adalah; “and this too, shall pass away”, atau versi singkatnya, “This too shall pass.”

Continue reading “#9 – Rintik Kibor di Malam Hari”

Perut yang Berbisik

Suatu malam, seorang wanita mendatangi klinik dokter Gerry. Wanita itu mengeluhkan bahwa perutnya belakangan ini sering berbisik dan menyuruhnya untuk makan berbagai benda.

Wanita itu mengenakan daster abu-abu bergaris. Menurutku dia cukup cantik. Usianya sekitar dua puluh lima tahun. Kulitnya putih, tapi cenderung pucat.

Continue reading “Perut yang Berbisik”

Pena Penggambar Senyuman

Pagi itu, Maya tak dapat menemukan pena penggambar senyuman miliknya. Awalnya dia pikir benda itu terjatuh dari wastafel, tapi tak ada apapun di lantai kamar mandi. Setengah jam berikutnya dia habiskan untuk mencari-cari pena itu di seluruh bagian kamar tidurnya, sampai dia menyadari bahwa dirinya sudah hampir terlambat untuk mengejar kereta pagi.

Continue reading “Pena Penggambar Senyuman”

Sang Kolektor

“Jangan ber-ge-rak..” pria itu berbisik lirih. Tangan kanannya menggenggam sebuah colt .45 yang diacungkan dengan mantap. Alisnya mengerut, ekspresi mukanya kacau, antara shock dan ngeri. Peluh mengucur deras dari dahinya, menetes ke dagunya, dan bahkan merembes ke kerah kemejanya yang kusut dan bau.

Continue reading “Sang Kolektor”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi