Heartbreak Series #9 – End

Aku harap kau membaca ini.

Bukan maksudku untuk membuatmu meragu. Aku hanya ingin agar kau tahu bahwa beginiliah semuanya ternyata berakhir. Dengan kau duduk di pelaminan, sedang aku tak kuasa walau hanya memandang dari kejauhan. Impianmu tercapai, membuat hidupku hancur berantakan.

Continue reading “Heartbreak Series #9 – End”

Heartbreak Series #5

habis sudah harapku..

kusangka kaulah matahariku, setia menerangi semua sisi gelapku, membagi kehangatan disela beku hatiku.
tapi itu semua palsu..

kaulah bara api, terlalu dingin tuk menghangatkan, namun terlalu panas tuk kusentuh. akan kubiarkan kau lenyap dalam pekatnya asap.

Continue reading “Heartbreak Series #5”

Heartbreak Series #4

Aku masih terus menanti..

dalam sejumput rindu, dan segenggam bungkam. aku hanya ingin bertanya, sekedar menelisik rasa, adakah yang sedikit tertebar di dada? adakah sesuatu yang kita bagi bersama?

apa kabarmu hari ini? itulah sekelumit sapaan basi, tapi bagiku amat berarti. kalimat tolol yang kuharap dapat menjadi jembatan antara hati kita, yang berfondasikan pengertian dan perhatian.

Continue reading “Heartbreak Series #4”

Heartbreak Series #1

kepadamu..

jalinan peristiwa kembali menjerat kita, kali ini tanpa isyarat.. tanpa tanda dan bahasa, ia menggerayangi hatiku.. dalam beku. dalam gemerisik ia berbisik, menghembuskan kembali keraguan yang dulu kurasakan, namun tlah kulipat dan kukunci dalam rapat.

Continue reading “Heartbreak Series #1”

Teruntukmu

Teruntukmu.

Aku tahu takdir sedang bermain bola bersama kita.
Dia sedang menggiringmu kepadaku,
atau entah aku kepadamu.

Dia meliuk-liuk dengan indah, mengumpan 1-2, lalu melakukan backheel,
membuat kacau barisan belakangku.

Aku ragu.
Aku meragukanmu,
dan juga meragukan kemampuanku.

Aku tak tahu harus dengan formasi apa mendekatimu.
3-5-2 sudah usang, kau tak akan bisa didekati dengan cara biasa.
4-5-1 kurasa tak akan cukup kuat untuk menembus pertahanan hatimu.
tapi menggunakan 4-3-3 pun aku takut terperangkap offside.
Agresifitas berlebihan sungguh takkan membantu.

Aku selalu berharap untuk mendapatkan freekick atau cornerkick.
Bagiku itu merupakan tiket agar bisa mendekatimu lebih cepat,
dan memasuki hatimu lebih dalam.

Tapi setiap permainan selalu berakhir bukan?
Namun sungguh, aku tak mau takdir menghentikan pertandingan ini.

Tidak.
setidaknya aku mau dia menunggu sampai aku telah mengirimkan hatiku
ke gawangmu.

di antara buaian mimpi
dan liga champion.

– Bintaro, 16 Februari 2010
error: maaf, konten web ini telah dilindungi