#9 – Rintik Kibor di Malam Hari

Dahulu kala, seorang Sufi pernah diminta oleh Sultan Persia untuk membuat sebuah kutipan bijak yang bisa mencakup seluruh aspek dari kehidupan. Sebuah Maha-kutipan yang bisa dan cocok untuk digunakan dalam setiap situasi.

Sufi itu berpikir cukup lama, kemudian berkata; “īn nīz bogzarad.”

Kutipan itu kemudian pada abad ke 19 dibawa ke dunia modern oleh pujangga Edward FitzGerald, (juga Abraham Lincoln) dan hingga saat ini populer. Kutipan itu adalah; “and this too, shall pass away”, atau versi singkatnya, “This too shall pass.”

Continue reading “#9 – Rintik Kibor di Malam Hari”

Picisan

Apa yang harus kulakukan?

Haruskah kusambut pagi yang kan datang,
menjelang bersama dengan datangnya terang
lalu merekah bersama riuh rendah ayam yang berkumandang?

Ataukah harus kuratapi malam yang segera kan berganti?
yang masih setia menyelimuti,
walaupun akan segera mati.

Aku ingin tetap duduk dalam sepi
dalam balutan bintang dan dekapan rembulan
Aku kesepian, tapi setidaknya aku merasa nyaman.

Haruskah kurelakan?

Aku terlentang pada saat pagi datang
menatapnya membawa serta matahari dan awan,
kicau burung dan juga harapan.
diapun menjanjikan masa depan.

Tapi bagaimana jika suatu saat aku merindukan malam?
sedang saat itu mentari sedang duduk manis diatas awan..

Jika malam adalah rasaku padamu,
dan pagi adalah rasaku padanya,

Apa yang harus kulakukan??

– Bintaro, 17 Mei 2010

error: maaf, konten web ini telah dilindungi