Mungkin Begitu

Mungkin manusia memang perlu sekarat. Bukan untuk mati, tetapi agar bisa mensyukuri hidup dengan hakiki.

Mungkin manusia memang perlu sering terjatuh dan menangis tersedu. Sebelum kita sadar bahwa masa lalu, sebagaimanapun asam dan kelabu, hanyalah serupa benalu. Tak lebih daripada debu yang dengan sendirinya akan tersapu saat kita memutuskan untuk melangkah maju.

Continue reading “Mungkin Begitu”

Heartbreak Series #9 – End

Aku harap kau membaca ini.

Bukan maksudku untuk membuatmu meragu. Aku hanya ingin agar kau tahu bahwa beginiliah semuanya ternyata berakhir. Dengan kau duduk di pelaminan, sedang aku tak kuasa walau hanya memandang dari kejauhan. Impianmu tercapai, membuat hidupku hancur berantakan.

Continue reading “Heartbreak Series #9 – End”

Bioskop

Aku melihat kita..

Kali ini dalam putaran bisu seluloid yang berpendar. Bercahaya muram di layar kusam. Memunculkan frame demi frame kisah kita dalam balutan warna technicolor yang mulai buram.

Aku duduk disana, seperti biasa. Baris kelima dari atas, bangku nomor duabelas. Tanganku menggenggam dua buah tiket kertas. Monoton, Aku mencoba menonton bersama sebungkus pop corn.

Ah! Itu kita..

Betapa kita masih belia dan belum dewasa. Betapa kita nyaman berjalan dalam senyuman. Betapa kita gembira berbicara dalam gelak tawa. Betapa kita hidup bahagia dalam bersama.

Aku tersipu.. Merasa malu. Dalam gambar itu hanya ada kita berdua, suka cita

Dan saat ini adalah aku yang duduk di bangku itu,yang datang secara rutin untuk menontonnya, menikmatinya, mengenangnya..

Tapi seperti biasanya, hanya aku sendirian disini, kau tak pernah datang menonton.

Bintaro, 21 September 2011

Heartbreak Series #5

habis sudah harapku..

kusangka kaulah matahariku, setia menerangi semua sisi gelapku, membagi kehangatan disela beku hatiku.
tapi itu semua palsu..

kaulah bara api, terlalu dingin tuk menghangatkan, namun terlalu panas tuk kusentuh. akan kubiarkan kau lenyap dalam pekatnya asap.

Continue reading “Heartbreak Series #5”

Heartbreak Series #4

Aku masih terus menanti..

dalam sejumput rindu, dan segenggam bungkam. aku hanya ingin bertanya, sekedar menelisik rasa, adakah yang sedikit tertebar di dada? adakah sesuatu yang kita bagi bersama?

apa kabarmu hari ini? itulah sekelumit sapaan basi, tapi bagiku amat berarti. kalimat tolol yang kuharap dapat menjadi jembatan antara hati kita, yang berfondasikan pengertian dan perhatian.

Continue reading “Heartbreak Series #4”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi