Antara Kita

Kau dan aku duduk berhadapan, dalam sebuah kendaraan yang kita sebut dengan kehidupan.

Telah lama kita bersama, lalui jalan berkelok dan tikungan, aspal dan bebatuan, kerikil dan debu berterbangan, dalam buaian siang dan malam. Kita saling berbicara.. Bertukar cerita dan pengalaman, berbagi tawa serta impian.

Namun, entah mengapa kita tak pernah berani bertatap mata, entah mengapa kita ragu untuk membicarakan cinta, kitapun terlalu kaku untuk berkata rindu.

Aku tak tahu..

Mungkin karena kita berdua terlalu pemalu.. Selalu berlindung dibalik gurauan-gurauan semu. Mungkin karena kita merasa bahwa kita tak ditakdirkan untuk bersatu, sehingga hati kita dibuat membatu..

Atau mungkin karena kita berdua telah mengerti dan menerima, bahwa ini semua telah terlambat.. Dan kita tak bisa kembali tuk mengulangi..

Untuk mereka semua yang menyembunyikan diri di balik topeng persahabatan.

– Bintaro, 22 Juni 2011
error: maaf, konten web ini telah dilindungi