#6 – Persona Gooners

Jika dibilang saya fans kaleng-kaleng atau fans karbitan, mungkin memang benar. Saya baru serius menyukai sepak bola dengan serius saat SMA. Itupun karena sering bermain Winning Eleven dan Championship Manager.

Tim Eropa yang saya dukung juga adalah tim-tim yang sedang pada masanya sedang naik daun. Sebut saja Chelsea era Didier Drogba dan Frank Lampard, Inter era duet Samuel Eto’o dan il Principe Diego Milito, Manchester City pasca reformasi Sheikh Mansour.

Continue reading “#6 – Persona Gooners”

Persona

Seorang pria berjalan dengan santai di sepanjang jalan setapak yang terbuat dari batu kali yang sudah kusam, menuju ke sebuah taman. Wajahnya tirus, tulang pipi dan dagunya menonjol dengan jelas. Kulitnya sedikit pucat. Di bawah kelopak matanya ada sebuah kantung berwarna kehitaman. Kantung itu bergerak naik turun seiring dengan kedipan matanya. Rambutnya panjang, terlihat sedikit basah seperti baru dibilas, pun dengan kumis dan janggutnya, terpotong dengan rapi.

Senyum merekah selalu terlihat di bibirnya.

Continue reading “Persona”
error: maaf, konten web ini telah dilindungi