#13 – Random Things About Pokémon

Saat masih SD saya rutin mengaji di masjid dari mulai magrib sampai isya. Saya dan beberapa anak seusia lainnya akan duduk berbaris, kemudian bergantian membaca Al-Quran sambil dikoreksi oleh guru ngaji. Di sela-sela menunggu antrian, kami biasanya mengobrol dan bercanda. Topik yang kala itu sering diobrolkan tak jauh dari game-game yang biasa kami mainkan sepulang sekolah di rental PS.

Suatu hari seorang teman mengaji datang dengan membawa sebuah gimbot ke masjid.

Well, saya pernah punya gimbot dan tahu seperti luar dalamnya, tapi gimbot yang dibawa anak itu berbeda. Setelah diperhatikan baik-baik, gimbot itu ternyata adalah sebuah Gameboy Color.

Continue reading “#13 – Random Things About Pokémon”

#12 – 10102020

Sepuluh tahun yang lalu saya menginjak usia dua puluh tahun. Usia masa transisi dari ABG ke akang-akang. Waktu itu saya menyangka bahwa dengan berubahnya angka depan usia saya dari “1” menjadi “2” (kita sebut saja versi), saya akan tiba-tiba mendapat hidayah dari langit, lalu berubah menjadi orang yang kalem, dewasa, dan bijaksana.

Continue reading “#12 – 10102020”

#11 – Taman Bacaan Kirana: Sebuah Retrospeksi Safe Place

This is the place

Sit down, you’re safe now

Lift – Radiohead

Pertama kali mendengar Thom Yorke menyanyikan dua bait awal lagu Lift, saya langsung jatuh cinta.

Ada makna mendalam dibalik dua bait lirik itu. Semacam mantra penenang bagi mereka yang menderita anxiety, stres dan depresi. Walaupun lirik dalam lagu itu ditujukan untuk sang vokalis, tapi tidak bisa disangkal bahwa saya sebagai pendengar juga ikut merasa sedang berada di dalam sebuah safe place.

Continue reading “#11 – Taman Bacaan Kirana: Sebuah Retrospeksi Safe Place”

#9 – Rintik Kibor di Malam Hari

Dahulu kala, seorang Sufi pernah diminta oleh Sultan Persia untuk membuat sebuah kutipan bijak yang bisa mencakup seluruh aspek dari kehidupan. Sebuah Maha-kutipan yang bisa dan cocok untuk digunakan dalam setiap situasi.

Sufi itu berpikir cukup lama, kemudian berkata; “īn nīz bogzarad.”

Kutipan itu kemudian pada abad ke 19 dibawa ke dunia modern oleh pujangga Edward FitzGerald, (juga Abraham Lincoln) dan hingga saat ini populer. Kutipan itu adalah; “and this too, shall pass away”, atau versi singkatnya, “This too shall pass.”

Continue reading “#9 – Rintik Kibor di Malam Hari”

#8 – Ambivalensi Pandemi

Bagi kehidupan saya pribadi, pandemi ini membuat perasaan dan pengalaman yang campur aduk.

Ada perasaan khawatir karena penularan virus yang bisa datang dari mana saja dan siapa saja di sekitar saya. Tapi ada juga perasaan lega karena sejauh ini di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja tidak ada kasus positif yang terkonfirmasi.

Continue reading “#8 – Ambivalensi Pandemi”

#3 – Membandingkan Hidup

Pujian dan perhatian adalah candu. Sudah sejak awal waktu, dan akan selalu seperti itu. Pujian dan perhatian adalah dahaga yang tak akan pernah terpuaskan.

Dia tak pernah hilang, hanya berubah bentuk.

Continue reading “#3 – Membandingkan Hidup”