Aku tak tahu harus bagaimana.. aku sedang mencoba untuk mendefinisikan rasa, menangkap raut gundah sebelum kesedihan pecah.. mengolah aksara sebagai pengurang lara..

Kau tahu?

Aku berduka saat melihat kalian berdua, aku benci saat kalian bersama..
Mesra, bahagia, penuh suka cita..

Katakan, apa yang bisa kulakukan?

Aku tak bisa bersikap seperti di dalam cerita, tak mungkin rasanya kucoba untuk rela, sulit rasanya aku mencoba untuk tetap ceria.. walau bagaimanapun perasaanku padamu ada di dalam realita, hadir di alam nyata. bukan sekadar hikayat maupun cerita rakyat.

Katakan, apa yang bisa kuberikan?

Jangan kau pinta restu.. karena sampai hari dimana laut mengering dan daun berubah menjadi batupun, tak akan pernah aku setuju. Jangan pula kau harap doa.. karena satu-satunya doa yang mampu kupasrah adalah agar cinta kalian kian melemah, agar kalian segera berpisah.

Ingin rasanya aku berteriak.. mengucap sumpah serapah dalam seribu bahasa yang belum pernah terjamah.. ingin rasanya aku merutuk takdir kita yang berada di titik nadir.

Katakan, mengapa semua ini bisa terjadi?

Ah… bisa kudengar sayup suaramu menjawab ini di dalam hati.. mendayu, merdu, menyayat kalbu..

Akulah yang salah, akulah yang memilih untuk berkubang dalam nyeri, berkelambu dalam masa lalu, bersembunyi dari cahaya esok hari..

Bandung, 19 Maret 2012

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
9 Comments
Terlama
Terbaru Terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
elfarizi

Galau detected 🙂
Relakan saja, Bang … biarkan dia bahagia bersamanya 😀

tuaffi

waahh.. sampai segitunya. Cari yang lain saja mas.. 🙂 yang jauh lebih baik,

~Amela~

Aku tak tahu harus bagaimana, aku merasa tiada berkawan, selain dirimu, selain cintamu *malah nyanyi* *ini lagunya BCL bagi yang ga tahu*
emangnya inten sama siapa? *ditabok pake raket nyamuk*

~Amela~

hahahha.. ga papa.. pingin ngegodain kamu aja.,.
ingat ya ham. hari minggu! hahaha

Neng Rina

#uhuk.. galau nih 😛

error: maaf, konten web ini telah dilindungi
9
0
Beri Komentarx
()
x