Untukmu, dia dan kalian..

tolong dengarkan, dengan hati yang dingin dan bukan otak yang panas. aku menulis ini bukan karena ingin, tapi lebih karena geram.. karena aku merasa lelah dan suram, karena kalian.

tolong perhatikan, bukan kebiasaanku untuk melihat dari satu arah, membagi hanya kepada satu sisi, menyusun argumen hanya agar kalian merasa kalah, maupun membeberkan semua fakta hanya agar kalian merasa risih.. tapi rupanya aku sudah muak mengalah.. dan aku merasa sedikit sedih.

tahukah? kamu, dia dan kalian semuanya sama, serupa, tak berbeda. kalian tak memiliki corak maupun warna.. kalian semua pendusta.

kalian makhluk yang selalu meminta dimengerti, tapi pernahkah kalian mencoba untuk mengerti?
kalian makhluk yang selalu meminta untuk dihargai, tapi pernahkah kalian mencoba untuk menghargai?
kalian makhluk yag selalu meminta untuk disanjung tinggi, tapi periaku kalian tak mampu memberi bukti.

tolong sedikit pahami. kalian bilang kami adalah makhluk sederhana yang hanya berpikir menggunakan otak.. kalian yang mengaku berpikir dengan hati seharusnya lebih mengerti. kami ingin sebuah pasti.

aku tak sanggup lagi bermain dengan segala tarik-ulur yang kalian gemari.. maaf, aku bukan layangan.
aku tak sanggup lagi bermain gantung-menggantung yang selalu kalian lakukan..
maaf, aku bukan jemuran.
aku tak sanggup lagi meladeni segala muslihat kalian, tipu daya yang kalian peragakan. maaf, aku bukan pemain sinetron.

tolong jangan bawa aku terbang, jika akhirnya kalian hanya ingin membantingku lebih keras.
tolong jangan memberiku harapan, jika akhirnya kalian hanya ingin mengecewakan.
tolong jangan jadi agen kemunafikan dengan selalu berkata “YA” diawal dan selalu berkata “TIDAK” diakhir.

pada akhirnya ini bukanlah suatu ungkapan benci.. hanya barisan paragraf yang meminta kalian untuk introspeksi. untuk lebih mengerti..
agar tak lahir lagi aku-aku yang seperti ini. yang meledak karna tak bisa menahan diri. mohon dipahami..

dan tolong jangan menghakimi tulisan ini jika kalian tak mengerti maksud dan isi dari setiap barisnya..

another lost paragraf that i found recently.. another mess.. another heartbreak.

Bintaro, 27 Maret 2010

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x