Bulan Juli telah kembali, membawa serta semua kenangan dan cerita yang hampir mati. hampir habis terhembus angin, hampir hilang dimakan zaman.. Aku masih sendiri, masih disini.. menatap kalender yang kian membisu termakan debu satu windu.

butiran butiran neuron terus memaksa frasa demi frasa keluar. kata demi kata, aksara demi aksara, menjejali pikiran dengan dengan pertanyaan dan kekacauan.. meracaui ingatan tentangmu yang kini kian pudar.

“Apa kabarmu sekarang?” masih saja sebentuk kalimat yang hanya berani kukatakan dalam diam.

Ada yang tersisa dari cerita kita.. sebentuk monster mengerikan yang terlalu buruk rupa untuk diingat, serupa pisau yang terlalu tajam untuk disentuh. Setumpuk perkataan yang tak sempat terungkapkan, segumpal persoalan yang tak sempat tertuntaskan.

Sementara kita berdua masih terus bersandar pada dinding kokoh kepalsuan, menopangkan diri pada tiang pertemanan.. semu dan absurd.. kenyataannya kita bersandar pada puing ketidakacuhan.. faktanya kita berteman hanya dalam perkataan.

Sewindu ini aku mencoba jujur kepada diriku sendiri.. kepada hatiku sebagian kecilnya masih tersangkut entah dimana pada dirimu.

Aku masih tetap menanti, dan kau masih tetap tak perduli..

Bintaro, 1 Juli 2011

Bagikan
Ikuti
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
error: maaf, konten web ini telah dilindungi
0
Beri Komentarx
()
x